Batik IKM Indonesia Unjuk Gigi di Fashion Show Dunia

Comments 34 Views Views


Batik IKM Indonesia Unjuk Gigi di Fashion Show Dunia

SIPerubahan - Bicara fashion, saat ini batik Indonesia semakin diterima di pasar internasional. Kali ini, produk batik produksi industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri bakal unjuk gigi di ajang pameran kelas dunia yang bertajuk ‘Indonesia Batik For The World’ di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis.

Pameran yang dijadwalkan berlangsung 6-12 Juni 2018 itu akan dihadiri sebayak 5.000 pengunjung dari berbagai negara.

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih menerangkan, keikutsertaan ini diharapkan bisa memperluas pasar ekspor kain wastra nusantara, terutama ke negara-negara di Eropa.

“Melalui pameran ini, kami berupaya melestarikan batik sebagai warisan bangsa yang telah diakui oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam rangkaian pameran tersebut, akan dilaksanakan lokakarya terkait ragam kain batik dan sejarahnya, proses pembuatan kain batik, serta perkembangan industri batik di Tanah Air. Selain itu, rencananya juga diisi dengan peragaan busana serta pertunjukan seni daerah.

"Kami akan memperlihatkan kepada dunia terhadap kualitas batik kita yang punya daya saing tinggi. Saat ini, Indonesia menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia,” tuturnya.

Kemenperin mencatat, nilai ekspor batik dan produk batik nasional mencapai 58,46 juta dolar AS pada 2017, dengan tujuan pasar utama ke Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Bahkan, potensi perdagangan produk pakaian jadi di dunia yang mencapai  442 miliar dolar AS, menjadi peluang besar bagi industri batik dalam negeri untuk semakin meningkatkan pangsa pasarnya mengingat batik sebagai salah satu bahan baku produk pakaian jadi.

“Dalam pameran ini, Ditjen IKM memberikan fasilitasi booth kepada para IKM Batik Tulis kelas premium yang sesuai dengan selera pasar Eropa. Kami akan boyong pengrajin kain batik yang antara lain berasal dari Semarang, Kudus, Cirebon, dan wilayah Jawa Timur,” jelas Gati menambahkan.

Masih dari penuturan Gati, selama ini, industri batik sudah berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sebut saja, melalui penyediaan ribuan lapangan kerja dan menyumbang devisa negara dari ekspor. Industri batik nasional yang didominasi oleh para pelaku IKM, tersebar di 101 sentra seluruh Indonesia dengan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu orang.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus