Darmin Nasution: Fokus Kerja untuk Genjot Pertumbuhan Nasional

Comments 99 Views Views


Darmin Nasution: Fokus Kerja untuk Genjot Pertumbuhan Nasional

SIPerubahan - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, ada tiga poin yang akan menjadi fokus kerja pada tahun anggaran 2019 mendatang. Pertama,  mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tahun politik. Kedua, menjaga stabilitas makro ekonomi di tengah tekanan eksternal. Ketiga, mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kita semua sudah mengikuti seperti apa pertumbuhan ekonomi. Memang sedikit membaik tapi kita akan berusaha akan lebih baik dalam kuartal yang akan datang," ujarnya, belum lama ini.

Darmin melanjutkan, terkait stabilitas sempat terganggu beberapa bulan terakhir terutama eksternal dengan gejolak kurs, pemerintah dan lembaga keuangan terkait lainnya akan terus pelan-pelan mengendalikannya kembali.  Dirinya pun berharap, ke depan stabilnya kondisi akan terus berlanjut. Meski memang menghindari gejolak tidak akan bisa dilakukan.

"Itu seperti orang pada main bola, dan ketika ditendang ada yang kena kepala kita. Kita tidak bisa menghindar dan ini suasananya belum tenang betul, Amerika Serikat dan Tiongkok masih saling ancam," terangnya.

Adapun, Darmin melaporkan hingga Mei 2018, Kantor Kementerian Koordinator baru menyerap anggaran 34,6 persen dari pagu anggaran Rp414,43 miliar. Hingga akhir tahun berdasar rencana kerja, dirinya optimistis masih akan menyerap anggaran hingga 96 persen atau tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Sementara itu, dari pagu indikatif anggaran 2019 sebesar Rp414,17, Darmin telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp53,85 miliar untuk OSS dan Rp15,17 miliar untuk belanja pegawai.

Dirinya pun memaparkan untuk program-program prioritas di kantor Menko Perekonomian sebetulnya sebagian adalah lanjutan dari tahun sebelumnya dan masih berjalan hingga tahun 2019.

Program tersebut antara lain, mengawal proyek-proyek strategis nasional, pengembangan sistem one map policy, dan pengembangan kawasan ekonomi khusus yang targetnya sampai 2019 yaitu penetapan 2 KEK baru dan pengembangan 15 KEK yang telah ditetapkan.

"Lalu terakhir strategi nasional keuangan inklusif beserta KUR. Untuk strategi nasional keuangan inklusif itu indikatornya meningkat agak ambisius sebetulnya pada 2019 kita targetnya 75 persen,"  tegasnya.

Genjot Pertumbuhan Nasional

Selanjutnya Darmin pun optimistis berbagai kebijakan pemerintah bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional kembali ke level enam persen di tahun depan. Optimisme itu ditumpukan pada peningkatan investasi swasta. "Kita berusaha tahun 2017 ini (pertumbuhan ekonomi) sekitar 5,2-5,4 persen, sehingga kita bisa bergerak ke angka 6 persen tahun depan. Itu masuk akal," jelasnya lagi menambahkan.

Menurut Darmin, pemerintah akan terus mengevaluasi paket-paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan dan menyiapkan paket kebijakan ekonomi lanjutan untuk menarik minat investor berinvestasi di Indonesia. 

Untuk diketahui, pemerintah sudah menerbitkan 14 paket kebijakan ekonomi dan tengah mempersiapkan paket kebijakan ke-15 terkait logistik. Masih dari penuturan Darmin, pemerintah juga akan menyiapkan berbagai proyek infrastruktur untuk didanai investor, salah satunya pembangunan pembangkit listrik. Untuk menarik investor masuk, pemerintah menyiapkan berbagai skema pendanaan, termasuk yang melibatkan penjaminan pemerintah.

Proyek-proyek infrastruktur itu diharapkan dapat mendorong taraf hidup masyarakat, dan pada gilirannya mendorong perekonomian. "Saya lihatnya pembangunan infrastruktur ini ada hubungannya dengan gini ratio yang menurun. Memang ada yang lain seperti bantuan sosial (Bansos), tapi Bansos itu kan hanya lanjutan dari yang sudah ada," ujar Darmin.

Darmin mengakui, investasi tidak akan naik tajam setiap tahunnya. Tapi, ia meyakini, langkah-langkah yang diambil pemerintah mampu mendorong investasi tumbuh positif dalam satu tahun ke depan. Apalagi Indonesia juga tidak ikut dalam arus perlambatan ekonomi global. Hal itu tampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik dari tahun 2015 sebesar 4,88 persen menjadi 5,02 persen pada 2016 lalu.

Lebih jauh, Darmin menerangkan pemerintah juga akan memperbaiki mesin ekspor impor Indonesia guna menggenjot laju perekonomian. Caranya yaitu dengan mencari pasar alternatif di luar Amerika Serikat, seperti India, Pakistan, Iran, Timur Tengah, dan Nigeria.

"Maka dengan platform seperti itu, pemerintah sedang meningkatkan pertumbuhan dan juga pemerataan. Jadi, bukan hanya equality tetapi juga equity," paparnya lagi.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus