Dorong Ekspor, Pemerintah Siapkan Insentif untuk Dunia Bisnis Otomotif

Comments 63 Views Views


Dorong Ekspor, Pemerintah Siapkan Insentif untuk Dunia Bisnis Otomotif

SIPerubahan – Presiden RI Joko Widodo menuturkan, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah insentif bagi dunia bisnis, termasuk kepada pelaku industri otomotif Indonesia.

Menurut Jokowi, insentif ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah untuk memacu daya saing produk otomotif Tanah Air, terutama di luar negeri.

"Industri yang berorientasi ekspor nanti kami siapkan insentif-insentif agar bisa terus meningkat," terangnya setelah menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (02/08/2018).

Beberapa kebijakan yang disebut sedang disiapkan antara lain tax holiday yang lebih agresif, tax allowance, dan super deduction. "Kegiatan perusahaan untuk vokasi bisa dipotong 200 persen dari penghasilan yang kena pajak. Tapi, ini masih dalam kajian di Kementerian Keuangan (Kemenkeu)," lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, berbagai regulasi di bidang perpajakan masih terus dikalkulasi karena pemakaiannya pun juga harus didefinisikan lagi agar tepat sasaran. "Ini sudah delapan bulan kami kalkulasi. Kami kaji agar segera bisa kami keluarkan untuk mendorong industri otomotif kita," ujar Jokowi.

Selain pemberian insentif, presiden juga menyebut pemerintah juga aktif untuk menyelesaikan persoalan hambatan perdagangan bagi produk-produk otomotif Tanah Air. Saat produk otomotif mendapatkan hambatan untuk masuk Vietnam seperti pemerintah, bahkan mengajukan keberatan sehingga persoalan dapat segera bisa diselesaikan. "Ada masalah non barrier [Vietnam], nanti ketemu lagi saya selesaikan," sambungnya.

Pada awal tahun ini, pemerintah Vietnam mengeluarkan kebijakan Decree 116 yang mengharuskan kendaraan diperiksa ulang ketika masuk ke negaranya. Hal ini membuat eksportir Indonesia tidak berani mengirimkan kendaraannya ke sana dan berujung pada nihilnya pengapalan mobil ke negara tersebut selama semester I/2018.

Berdasarkan data Gaikindo, pengapalan mobil secara utuh (Completely Built Up/CBU) dari Indonesia selama Januari-Juni 2018 tercatat 110.135 unit atau lebih rendah 2,77 persen (3.132 unit) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 113.267 unit.(Sumber foto: Tempo)

Post a Comments
blog comments powered by Disqus