Asian Games 2018 Beri Dampak Ekonomi Jangka Panjang

Comments 74 Views Views


Asian Games 2018 Beri Dampak Ekonomi Jangka Panjang

SIPerubahan - Perhelatan akbar Asian Games 2018 sudah di depan mata. Tak lama lagi, para tamu dan atlet-atlet bergengsi se-Asia akan menyerbu Indonesia.

Setelah ditetapkan menjadi tuan rumah, Indonesia harus merogoh hampir Rp 32 triliun (PUPR dan INASGOC) demi pergelaran olah raga yang akan diikuti sekitar 45 negara peserta. Biaya yang tidak sedikit itu digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang  pergelaran Asian Games 2018.

Perlu diingat bersama,  Asian Games bukanlah ladang tempat mengeruk keuntungan. Karena Indonesia tetap tidak akan mendapat keuntungan daripada pengeluarannya untuk penyelenggaraan dalam waktu yang cepat.

Asian Games bukanlah semata untuk mencari keuntungan semata, tapi lebih kepada mengenalkan Indonesia kepada dunia. Adanya anggaran dari pemerintah, memang digunakan untuk pembangunan dan bukan kewajiban Asian Games untuk mengembalikan anggaran tersebut.

Namun dengan menjadi tuan rumah Asian games 2018 banyak manfaat yang bisa didapat Indonesia. Misalnya peningkatan ekonomi dari berbagai sektor pun akan mudah didapat seperti dari sektor pariwisata, lapangan kerja, bahkan mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur olah raga.

Merujuk data Bappenas, pengeluaran pengunjung selama tinggal di lndonesia bisa menembus Rp3,6 triliun. Sedangkan akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp1,3 triliun. Angka itu dipercaya akan lebih besar lagi jika dihitung berdasarkan data riil setelah gelaran Asian Games 2018 rampung.

Belum lagi, Asian Games 2018 diperkirakan bakal mendatangkan devisa dari 300 ribu pengunjung mancanegara. Potensi penerimaan devisa bisa mencapai USD230 juta atau sekitar Rp3 triliun. Belum lagi, 150 ribu penonton wisatawan mancanegara akan berbelanja masing-masing sebesar USD1.200  selama tujuh hari di Indonesia. Total proyeksi devisa dari penonton adalah sebesar USD180 juta.

Sementara 20 ribu atlet, official, dan media akan menyumbangkan devisa masing-masing sebesar USD2.500 atau total keseluruhan sebesar USD50 juta. Kelompok tersebut diasumsikan akan tinggal selama 18 hari di Indonesia.

Akomodasi juga diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp 1,3 triliun, sementara komponen terbesar kedua transportasi Rp 640 miliar, makanan dan minuman sebesar Rp 628 miliar, pengeluaran belanja Rp 560 miliar, dan pengeluaran hiburan Rp 280 miliar.

Bila dijumlah, pendapatan yang diterima Indonesia memang tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk Asian Games 2018. Hal tersebut karena ada keuntungan yang tidak bisa dirasakan langsung atau dalam jangka waktu yang singkat.

Misalnya saja dari infrastruktur dan fasilitas yang dibangun untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat menjadi sarana pendukung bagi masyarakat. Diantaranya Light Rapid Transit (LRT) dan wisma atlet.

LRT merupakan kereta cepat ringan pertama di Indonesia yang nantinya akan digunakan untuk menyambut event Asian Games 2018. LRT inilah yang akan menjadi transportasi bagi para atlet dan volunteer

Tetapi, proyek LRT ini akan terus beroperasi walaupun acara Asian Games telah usai nanti. Ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk  Jakarta yang lebih baik, serta menjadi “icon” kota Jakarta bahkan Indonesia untuk menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) memperkirakan sebanyak 10 ribu atlet dari 45 negara beserta 5.000 officials akan bersaing sehat dalam 462 pertandingan dengan dua juta penonton. Asian Games 2018 melibatkan 13 ribu sukarelawan dan diperkirakan mampu mendatangkan 200 ribu wisatawan mancanegara serta diliput sekitar 7.000 media, baik lokal maupun internasional.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus