Presiden Jokowi Panggil Menteri Terkait Sektor Ekonomi ke Istana

Comments 175 Views Views


Presiden Jokowi Panggil Menteri Terkait Sektor Ekonomi ke Istana

SIPerubahan - Presiden Joko Widodo memanggil para menteri sektor ekonomi dan kepala lembaga ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/09/2018) pagi.

Pemanggilan tersebut merupakan yang kedua dalam pekan ini. Sebelumnya, Presiden memanggil para menteri pada Senin (03/09/2018) setelah tiba di Jakarta dari kunjungan kerjanya di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Para menteri yang hadir antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan beberapa lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 08.31 WIB, nilai tukar rupiah melemah 30 poin atau 0,2 persen ke level Rp14.845 per dolar AS setelah dibuka dengan depresiasi tipis 8 poin atau 0,05 persen di posisi Rp14.823.

Kemarin, usai dipanggil Jokowi ke Istana, Menkeu menegaskan pemerintah berkomitmen melanjutkan strategi pengurangan impor dan meningkatkan ekspor, terutama di tengah krisis yang melanda sejumlah negara berkembang.

“Hari ini, kami melaporkan kepada Presiden mengenai kondisi terkini dari perekonomian Indonesia. Kami melihat dari pergerakan global dan akan kami waspadai karena dinamika yang berasal dari sentimen Argentina itu sangat tinggi,” tuturnya.

Untuk saat ini, pemerintah fokus mengurangi sentimen dari neraca pembayaran. Menurut Sri Mulyani, selama ini yang disebut sebagai sumber sentimen dari perekonomian Indonesia yaitu transaksi berjalan dan neraca perdagangan.

Menurut Menkeu, pondasi ekonomi Indonesia cukup stabil. Hal itu didasarkan atas rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan adanya deflasi 0,05 persen pada Agustus 2018. Sedangkan inflasi tahunan tercatat sebesar 3,2 persen secara year-on-year (yoy).

Meski begitu, Sri Mulyani tidak menampik bahwa sentimen dari krisis global yang dialami oleh tiga negara berkembang yakni Argentina, Turki, dan Venezuela berpeluang memberikan dampak negatif bagi Indonesia.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus