Catatan Kadin KKP Ini Bisa Jadi Rekomendasi Kuatkan Nilai Rupiah?

Comments 109 Views Views


Catatan Kadin KKP Ini Bisa Jadi Rekomendasi Kuatkan Nilai Rupiah?

SIPerubahan -  Ketua Dewan Penasehat Kadin Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri MS mengusulkan lima rekomendasi kepada pemerintah untuk lebih menguatkan lagi nilai mata uang rupiah. Sejak proklamasi kemerdekaan hingga hari ini, nilai tukar rupiah kurang kuat sebanyak puluhan ribu persen

“Nilai tukar rupiah kita kurang kuat terus dan akan terus kurang kuat, karena cadangan devisa kita tidak pernah cukup kuat untuk menopang mata uang kita,” demikian kata Rokhmin, Senin (10/9/2018).

Saat ini, menurut Rokhmin, sawit dan produk oleochemical merupakan penghasil devisa terbesar. “Setelah itu pariwisata, tekstil dan garmen,” ujarnya.

Rokhmin juga menjelaskan 10 besar penyumbang devisa bagi Indonesia. Berdasarkan data tahun 2017 yang didapat dari BPS dan Kementerian Perindustrian, kesepuluh penyumbang devisa itu antara lain hasil ekspor kelapa sawit 22.77 miliar dolar AS, jasa pariwisata (turis asing-red) 18.09 dolar AS, eskpor tekstil 15.14 dolar AS, ekspor migas 16.19 dolar AS, ekspor batubara 14.28 dolar AS.

Berikutnya ada jasa tenaga kerja Indonesia (TKI) 13.33 dolar AS, ekspor elektronik 7.62 dolar AS, ekspor hasil kayu hutan 6.67 dolar AS, ekspor karet 6.19 dolar AS dan ekspor sepatu dan sandal 5.71 dolar AS.

“Pada tahun 2014 ekspor produk perikanan Indonesia berada pada peringkat ke 6 dari 10 besar penghasil devisa. Sejak tahun 2015 hingga 2018 ekspor perikanan tidak masuk lagi pada 10 besar komoditas penghasil devisa Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, turunnya peringkat ekspor perikanan tersebut disebabkan karena kurang kuatnya hasil produksi komoditas-komoditas tuna, cakalang, kepiting hidup hasil budidaya, kerapu hidup hasil budidaya, udang hasil tangkapan di Arafura dan Tilapia.

“Anjloknya produksi perikanan disebabkan oleh berbagai aturan pemerintah, dalam hal ini KKP, yang kontra-produktif. Seperti moratorium perpanjangan izin kapal nelayan yang diimpor secara legal, larangan trans-shipment, larangan pengiriman kepiting ukuran tertentu dan betina, hambatan akses kapal buyer ikan kerapu hidup hasil budidaya, moratorium dan penutupan KJA ikan nila di danau Toba, Waduk Cirata dan lain-lain,” urainya melanjutkan.

Lakukan Deregulasi

Karena itu, lanjut Rokhmin, jika pemerintah melakukan deregulasi, nilai ekspor perikanan bisa kembali masuk dalam daftar 10 penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Dengan nilai sebesar 5.8 miliar dolar AS, menduduki peringkat ke 9.

“Kadin Kelautan dan Perikanan juga memberi saran agar pemerintah selain melakukan deregulasi juga melakukan empat langkah lainnya yaitu; langkah kedua mempercepat proses perizinan dan perpanjangan perizinan, langkah ketiga mengembangkan aquaculture atau perikanan budidaya yang potensi ekonominya 240 miliar dolar AS per tahun. Langkah keempat menerapkan teknologi modern untuk tambak garam, sehingga produktivitasnya naik hingga 400 persen dan kualitasnya juga naik. Agar bisa memasok seluruh kebutuhan garam dapur dan industri dengan target bisa menghemat devisa dari impor garam sebesar 1.4 miliar dolar AS per tahun,” paparnya lagi.

Selanjutnya, langkah kelima mengoptimalisasi kapasitas terpasang industri pengolahan ikan. Dengan menjamin pasokan bahan baku ikan dari dalam negeri yang potensi MSY-nya 12.5 juta ton per tahun. Dengan potensi ekspor sekitar 12 miliar dolar AS per tahun.

“Jika kelima langkah yang disarankan KADIN KP ini dijalankan, maka dalam waktu 6 hingga 24 bulan, sektor perikanan Indonesia bisa menghasilkan devisa sekitar 5.8 miliar dolar AS, dan dalam waktu 5 tahun bisa meningkat hingga 52 miliar dolar AS. Serta dalam waktu satu hingga dua dekade bisa meningkat hingga 252 miliar dolar AS per tahun. Devisa sebesar ini ekivalen dengan 12 kali devisa dari sawit, atau sekitar 164 persen dari APBN RI tahun 2018,” ungkapnya.

“Jika target devisa ini tercapai bersamaan dengan meningkatnya devisa dari 10 sektor andalan lainnya, maka nilai tukar rupiah kita bisa lebih kuat dari Singapura. Cadangan devisa kita bisa melampaui Tiongkok. 40 puluh juta lapangan kerja baru bisa dibuka. Sehingga kemiskinan menurun drastis, dan daya beli masyarakat meningkat belasan kali lipat,” jelasnya lagi.

Hasil Kebijakan KKP

Hingga saat ini, langkah Menteri Susi Pudjiastuti yang membawahi Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai membuahkan hasil. Misalnya, kebijakan penenggelaman kapal. Tak hanya itu, fakta terbaru juga muncul terkait dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Belum lama ini asisten dari Menteri Kelautan dan Perikanan Fika Fauwzia me-posting sebuah foto yang mengejutkan.  “Ada yang tahu ini jenis ikan apa? Kata yang punya, ini namanya ‘Ikan Diana’. Berat 60 kg hasil tangkapan di TPI Bitung,” tulis Fika melalui akun media sosialnya.

Bahkan salah warganet menjelaskan kepada Fika, bahwa ikan moonfish atau bisa disebut Opah itu merupakan salah satu komoditi ekspor perikanan yang bernilai tinggi. Biasanya dibuat steak 6 Oz.

“Sekitar segitu Mbak, isi dua steak, masing-masing 6 Oz. Berhubung saya tahunya finish product-nya ajah,” terang pemilik akun Hafizh menjawab pertanyaan Fika mengenai harga dari ikan tersebut.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus