Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Risiko Krismon Terkecil

Comments 232 Views Views


Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Risiko Krismon Terkecil

SIPerubahan - Krisis ekonomi yang disebabkan oleh ketidakmampuan negara mengatasi rendahnya nilai tukar diteliti oleh sejumlah pengamat. Perusahaan Finansial Jepang Nomura Holding Inc meneliti negara berkembang yang paling terkena risiko krisis tersebut.

Sementara negara berkembang yang paling tidak terkena risiko krisis ekonomi diteliti oleh analis ekonomi negara berkembang, termasuk Robert Subbaraman, kepala ekonomi negara berkembang yang berbasis di Singapura.

Tujuh negara berkembang yang paling terkena risiko tersebut yaitu Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Pakistan, Mesir, Turki, dan Ukraina.

Lima dari tujuh negara ini bahkan telah alami krisis atau sedang mendapatkan program bantuan atasi krisis oleh Dana Moneter Internasional (IMF), yaitu Sri Lanka, Argentina, Mesir, Turki, dan Ukraina.

Delapan negara berkembang lainnya yang tidak terkena risiko atau mempunyai risiko paling kecil tersebut yakni Brasil, Bulgaria, Indonesia, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia dan Thailand.

"Ini adalah hasil yang penting," kata Subbaraman, Rabu (12/09/2018).

“Karena investor lebih fokus pada risiko negara berkembang, penting untuk tidak mengelompokan semua negara berkembang sebagai satu kesatuan yang sama; Damocles menyoroti daftar panjang negara-negara dengan risiko sangat rendah dari krisis besar,” jelasnya menambahkan.

Temuan Nomura sendiri didasarkan pada model peringatan dini, disebut Damocles.

Model ini disiapkan untuk mengidentifikasi krisis nilai tukar untuk 30 negara berkembang. Model ini mengkaji berbagai faktor termasuk cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga, dan penutupan impor.

"Hasil yang kami capai sangat menggembirakan, tetapi mengingat keterbatasan yang melekat pada sistem peringatan dini, akan sangat bodoh untuk membuat klaim berlebihan," tutupnya. (Sumber: Bloomberg).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus