Sinergi Negara di ASEAN Jadi Basis Manufaktur Terdepan Asia

Comments 105 Views Views


Sinergi Negara di ASEAN Jadi Basis Manufaktur Terdepan Asia

SIPerubahan - Negara-negara di kawasan Asia Tenggara perlu meningkatkan kemampuan dan menyiapkan kolaborasi bersama untuk menjadi basis manufaktur terdepan di Asia. Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam diskusi panel World Economic Forum (WEF) on ASEAN di Hanoi, Vietnam.

Forum yang dihadiri lebih dari 1.200 peserta yang meliputi pemimpin bisnis, kepala negara, menteri serta akademisi itu mendiskusikan dan pandangan mengenai masa depan, khususnya tentang Industri 4.0. Tema yang diusung adalah "ASEAN 4.0: Entrepreneurship and the Fourth Industrial Revolution".

"Ke depan itu bukan lagi persoalan kekuatan masing-masing, namun lebih kepada kerja sama antara negara anggota ASEAN yang saling menguntungkan," demikian kata Airlangga dalam siaran pers tertulisnya, Jumat (14/09/2018).

Menperin menjelaskan, ada beberapa strategi yang perlu dilakukan negara-negara ASEAN supaya industri manufakturnya berdaya saing global. Strategi itu antara lain meningkatkan kapabilitas manufaktur dan membuat kebijakan untuk menarik investasi. Selanjutnya, mengadopsi teknologi baru dan meningkatkan keterampilan pekerja dalam menanganinya.

Airlangga menilai, tenaga kerja yang berketerampilan tinggi akan menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Tak hanya itu, lanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah industri kecil dan menengah (IKM) ikut berpartisipasi dalam transformasi tersebut.

"Negara-negara ASEAN juga harus mempertimbangkan kolaborasi timbal balik sebagai sarana mempercepat transformasi dan mengatasi tantangan secara bersama. Mereka juga harus memanfaatkan kekuatan masing-masing negara dan menciptakan sinergi di antara mereka sendiri," jelas Menperin menutup pembicaraan. (dbs).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus