12 Tahun Lumpur, Komunitas Muda Kreatif Sidoarjo Ajak Warga Berpikir Optimi

Comments 24 Views Views


12 Tahun Lumpur, Komunitas Muda Kreatif Sidoarjo Ajak Warga Berpikir Optimi

SIPerubahan - 12 tahun bencana lumpur Sidoarjo di Porong adalah kenyataan dan takdir yang harus disikapi positif oleh warga. Dengan sikap optimis dan produktif, maka berbagai problem yang sempat melanda warga Sidoarjo akibat keberadaan bencana lumpur tersebut dapat pelan-pelan teratasi.

Hal itu dinyatakan oleh pegiat komunitas muda kreatif, Satya Adhi Wicaksana, yang juga koordinator Sidoarjo Positif pada Selasa (29/5/2018).

Komunitas Sidoarjo Positif, sebuah komunitas kreatif berbasis kewirausahaan sosial, bertujuan untuk mempromosikan keunggulan Sidoarjo serta menginginkan perubahan wajah kota Sidoarjo menjadi lebih baik. Bagi Satya, anak-anak muda Sidoarjo saat ini ingin membanggakan dan lebih optimis terhadap kotanya yang memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kaya ini.

“Bencana adalah bencana, sudah menjadi takdir Allah SWT. Kami sebagai anak muda memahami bahwa selama 12 tahun ke belakang ini hidup kami bersebelahan dengan lumpur. Tapi ini persoalan perspektif. Daripada kami terus mengutuki takdir, dan itu adalah dosa dan tak bermanfaat, kami ingin melihat keberadaan lumpur Sidoarjo secara lebih produktif. Dari situ akan kita temukan potensi-potensi yang dapat dikerjakan warga dan anak muda Sidoarjo sehingga bisa mendorong peningkatan kesejahteraan. Intinya kami mengajak seluruh pihak agar kita harus bisa move on dari permasalahan ini sembari tetap mengingatkan berbagai pihak untuk memenuhi tanggung jawabnya,” tegas Satya.

Satya menghimbau jangan ada lagi warga Sidoarjo atau bahkan luar Sidoarjo yang mempolitisasi dan menggunakan isu lumpur untuk memenuhi kepentingan sempitnya sendiri sekaligus memecah belah. "Kasian rakyat Sidoarjo, anak muda milenial di sini hari ini tidak ingin terjebak lagi dengan citra lumpur. Kami ingin kota kami sama kerennya seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi dan seterusnya. Kami yakin kami bisa mewujudkan itu karena Sidoarjo punya potensi besar. Tinggal kini saatnya warga dan kita semua harus berpikir positif", ujar Satya, putra asli Sidoarjo yang studi di Universitas Brawijaya Malang ini.

Sidoarjo Bangkit

Satya juga melihat sejauh ini yang memainkan isu lumpur hanya segelintir pihak. Ia menyaksikan banyak korban lumpur yang telah mendapat ganti untung dan berhasil bangkit. Ia berharap ajakan tulusnya diterima secara baik oleh berbagai pihak. Tujuannya agar Sidoarjo bisa bangkit dan dikenal sebagai kabupaten terbaik tak hanya se-Jatim, namun juga se-Indonesia. Satya sendiri sudah sejak lama menyelami masyarakat Sidoarjo karena penelitian skripsinya adalah mengenai dinamika sosial politik dan ekonomi keberadaan lumpur Sidoarjo ini.

Hal senada disampaikan oleh staf pengajar FISIP Universitas Airlangga, Agie Nugroho Soegiono, yang melihat kemampuan warga Sidoarjo secara khusus untuk bangkit paska 12 tahun bencana lumpur. "Sejarah kita sebagai bangsa mencatat bahwa negeri ini kerap hidup berdampingan dengan bencana alam dan kita memiliki kemampuan resiliensi yang tinggi, mampu beradaptasi dan bangkit dari keterpurukan", ujar Agie dosen muda master alumni University of Edinburgh ini.

Agie percaya masyarakat Sidoarjo dapat bangkit, dengan optimisme, dan dukungan dari semua pemangku kepentingan. "Sidoarjo dapat sama-sama dibangun kembali menjadi daerah yang maju, makmur, dan sejahtera. Syaratnya adalah kesungguhan pembangunan, hentikan politisasi dan upaya untuk membuat konflik-konflik sosial yang justru merugikan warga".

Post a Comments
blog comments powered by Disqus