Dua Tren Ramadan 2018 yang Jadi Topik Hangat Warganet

Comments 16 Views Views


Dua Tren Ramadan 2018 yang Jadi Topik Hangat Warganet

SIPerubahan - Pemantauan sosial media yang dilakukan oleh perusahaan intellijen media, Isentia, menyebutkan bahwa mobil merupakan moda transportasi yang paling banyak dibicarakan oleh warganet untuk perjalanan mudik Hari Raya Idul Fitri.

Sedangkan, kurma menjadi makanan yang paling populer sebagai menu berbuka puasa. 37 persen dari 91.614 percakapan di berbagai media sosial mendiskusikan mobil sebagai moda transportasi mudik.

Preferensi itu disusul oleh perbincangan mudik menggunakan kereta api 19 persen, motor 17 persen, bus 11 persen, lalu kapal laut serta pesawat terbang masing-masing sebesar 8 dan 7 persen.

Menurut Rendy Ezra, Insight Manager Isentia, tren topik mudik menggunakan mobil salah satunya dilatarbelakangi oleh banyaknya program mudik gratis menggunakan mobil atau pun tawaran lainnya. Seperti program bensin gratis, servis mobil gratis selama Ramadan, juga promo diskon mobil selama bulan puasa.

Sementara itu, sebanyak 41 persen pengguna sosial media memilih kurma sebagai makanan untuk berbuka puasa. Gorengan menjadi favorit netizen berikutnya, yaitu sebanyak 37 persen, diikuti oleh preferensi berbuka puasa dengan kolak 17 persen dan lontong 5 persen.

Kedua tren tersebut muncul berdasarkan hasil monitoring Isentia terhadap berbagai kanal media sosial dari rentang periode 1 Januari sampai dengan 16 Mei 2018.

Twitter masih merupakan kanal media sosial yang paling banyak dipakai, yakni sebesar 68,5 persen, diikuti penggunaan berbagai forum 18,7 persen, serta Facebook dan Twitter yakni sebesar 7,2 persen dan 5,4 persen.

“Temuan ini bisa dijadikan sebagai acuan, khususnya bagi perusahaan untuk melakukan sebuah acara atau tema kegiatan mereka di bulan Ramadan. Sebagai contoh, ada perusahaan yang membagikan tiga ton kurma selama bulan Ramadan ini kepada masyarakat sebagai bagian dari aksi korporasinya, ada pula yang membagikan takjil dan buah kurma untuk berbuka puasa, dan sebagainya,” kata Rendy Ezra selaku Insight Manager Isentia, menutup pembicaraan. (Sumber: Isentia).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus