Waspada! 8 dari 10 Anak Alami Bullying

Comments 30 Views Views


Waspada! 8 dari 10 Anak Alami Bullying

SIPerubahan - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan, tindakan bullying atau perundungan di dunia pendidikan menempati urutan keempat dalam kasus kekerasan anak di Indonesia.

"Data UNICEF tahun 2014 menyatakan, delapan dari 10 anak mengalami bullying dan kasus bullying di Indonesia menempati urutan atau posisi keempat dalam kasus kekerasan anak," terang Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra, Jumat (27/07/2018).

Jasra merinci, urutan pertama kasus kekerasan terhadap anak ditempati oleh kasus anak berhadapan dengan hukum. Kedua, terkait dengan keluarga atau pengasuhan alternative. Ketiga, cyber pornografi dan keempat, perundungan di dunia pendidikan.

Kasus perundungan ini, lanjut Jasra, bila dibiarkan sangat berbahaya karena bisa menyebabkan korban berbuat di luar batas nalar, yaitu hingga terjadi kasus pembunuhan.

"Dan kami menduga, kasus siswa di Garut yang tewas oleh teman sekelasnya itu juga karena kasus bullying karena pasti ada faktor penyebab yang membuat pelaku sampai tega melakukan hal tersebut. Jadi tidak mungkin langsung melakukan hal tersebut," tutur Jasra.

Pihaknya pun menyampaikan duka atas kasus siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang menikam temannya dengan gunting hingga meninggal dunia.

"Tentunya atas nama pribadi dan institusi, kami sangat berduka terkait anak korban yang meninggal itu. Semoga kasus ini menjadi yang terakhir dan tidak pernah terjadi lagi kasus serupa," urainya melanjutkan.

Menurut Jasra, KPAI saat ini telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Garut terkait kasus itu dan anak pelaku penikaman temannya hingga tewas sudah berada di rumah aman.

"Sesuai Undang-Undang 11 Tahun 2019 tentang peradilan anak, dalam pelaksanaan hukumnya harus perhatikan aspek hak-hak pelaku. Anak masih sekolah, akses bertemu orang tua. Apalagi orangtua pelaku dan korban ada hubungan saudara," jelasnya lagi.

Selain itu, KPAI juga berharap sekolah bisa menjadi garda terdepan untuk menjaga perilaku siswa ketika berada di lingkungan sekolah.

"Kita berharap Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 soal penanganan kekerasan di satuan pendidikan jadi solusi, karena sangat detail apa peran guru, orang tua, untuk mendeteksi kekerasan agar tidak terjadi," tutupnya. (Sumber: Antara).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus