Proton Diakuisisi Tiongkok, PM Mahathir Kembali Buat Mobil Nasional

Comments 56 Views Views


Proton Diakuisisi Tiongkok, PM Mahathir Kembali Buat Mobil Nasional

SIPerubahan – Usai Proton diakuisisi perusahaan asal Tiongkok Geely, Perdana Menteri (PM) Malaysia terpilih Mahathir Mohamad sudah tidak menganggap Proton sebagai mobil nasional.

Bahkan, PM berusia 92 tahun ini mengatakan bila Malaysia memiliki aspirasi untuk memulai proyek mobil nasional baru. Pernyataan itu disampaikan ketika berbicara di International Conference 24th tentang Future of Asia, or Nikkei Conference di Jepang.

"Mobil nasional harus dimiliki oleh orang Malaysia. pada awalnya, kami memiliki investasi yang sangat kecil di Mitsubishi Motor Corporation, dan akhirnya kami dapat mengelola sendiri," jelas Mahathir, Senin (11/06/2018).

Masih dari penuturan Mahathir, sayang mobil Proton telah dijual ke perusahaan Tiongkok, dan itu bukan lagi mobil nasional.

"Ambisi kami adalah untuk memulai mobil nasional lain, mungkin dengan bantuan dari mitra kami di Asia Tengara, seperti Thailand. Dan juga Jepang, Korea, dan Tiongkok karena jelas ada kapasitas untuk memproduksi mobil berkualitas baik yang laku di pasar dunia, dan kami ingin mengakses pasar dunia," tuturnya lagi menjelaskan.

Lanjut Mahathir, Negeri Jiran mempunyai kemampuan untuk melakukan proyek semacam tersebut (mobil nasional). Meskipun untuk awalnya, masih bergantung terhadap teknologi dan mitra asing di awal.

Sekadar diketahui, Proton sendiri kini berada di bawah perusahaan induknya DRB-Hicom dan pemegang saham terbesarnya, adalah Tan Sri Syed Mokhtar Albukhary.

"Proton bukan milik pemerintah. Itu milik Tan Sri Syed Mokhtar Albukhary," kilah Mahathir menjelaskan.

"Terserah padanya, apakah dia ingin membeli (kembali saham). Pemerintah tidak punya niat untuk membeli kembali Proton," kata ia menegaskan.

Boleh dikatakan Mahathir memang bukan orang baru di Proton. Ia merupakan penasihat Proton, sebelum akhirnya menjadi ketua pada 2014, dan mundur dua tahun kemudian setelah perusahaan memperoleh pinjaman dana dari pemerintah. Indonesia kapan ya bisa membuat mobil nasional seperti Malaysia?

Post a Comments
blog comments powered by Disqus