Sinergi BUMN, Pemda, dan NGO, Latih Petani Kopi Papua


Sinergi BUMN, Pemda, dan NGO, Latih Petani Kopi Papua

Peran BUMN untuk selalu mendukung pengembangan masyarakat agar mencapai kemandirian ekonomi diwujudkan dalam kegiatan Pelatihan Petani Kopi di Papua.

Bank Mandiri yang telah mendeklarasikan #banggamenyeduhKOPiPapua, bersama pemerintah daerah di 5 Kabupaten di Papua, dan SCOPI (Sustainable Coffee Platform Indonesia), kembali menggelar Pelatihan Budidaya Kopi Arabika Berkelanjutan - Tahap II, yang dimotori juga oleh Pokja Papua sebagai fasilitator.

Kegiatan yang juga didukung oleh Garuda Indonesia ini dilakukan secara serentak dan bersamaan (paralel) di 5 kabupaten di wilayah pegunungan tengah, yaitu: Jayawijaya, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Pelatihan untuk para petani kopi ini akan dilakukan mulai tanggal 4 hingga 12 Juli 2018.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari SCOPI sebagai NGO (Non Goverment Organisation) yang mengirimkan Master Trainernya serta menghadirkan pula ahli kopi dari Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao).

Staf Khusus II Menteri BUMN, Judith Dipodiputro mengatakan, "Kesenjangan yang terjadi di Papua selama ini karena tidak tersedianya peluang kerja dan akses pada perekonomian nasional. Untuk itu melalui pelatihan budidaya kopi ini diharapkan Orang Asli Papua akan mampu mandiri dengan kemampuannya dalam mengolah potensi alam yang ada di daerahnya."

Lima kabupaten yang berada pada 2 wilayah adat ini memang kabupaten-kabupaten yang telah terkenal akan produksi kopi rakyatnya pada puluhan tahun sebelumnya. Namun karena kurangnya dukungan dan berbagai kondisi dan kendalanya, komoditas kopi Papua tidak sebesar produksi dari provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.

Dalam 3 tahun ini geliat dan semangat untuk mengembangkan produktivitas, produksi, dan mutu kopi Papua mulai bergairah lagi. Ditambah dukungan dari berbagai pihak yang peduli akan potensi alam Papua dan pengembangan masyarakatnya.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus