Pesan Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara

Comments 31 Views Views


Pesan Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara

SIPerubahan - Korps Bhayangkara menggelar upacara dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-72 di Lapangan Istora Senayan, Jakarta. Upacara ini dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Muhammad Iqbal menerangkan, perayaan HUT Bhayangkara ke-72 tahun ini sedikit berbeda dibandingkan dengan perayaan tahun sebelumnya.

Alasannya, selain diadakan di indoor Senayan, perayaan HUT kali ini juga akan difokuskan untuk melakukan introspeksi diri dan mendoakan sejumlah anggota Polri yang meninggal dunia saat bertugas, terutama  ketika serangan teroris terhadap Polri beberapa waktu yang lalu.

Brigjen Iqbal pun berharap pada HUT Bhayangkara ke-72 ini, Polri bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menjadi pengayom serta pelayan yang terbaik.  Dirinya juga memastikan tahun ini institusi itu akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami ingin mendorong Polri dekat dengan masyarakat. Penegakan hukum dalam UU memang kami diberikan, tapi itu obat paling akhir. Kami tidak arogan dan akan memberikan pelayanan terbaik kepada publik," tegasnya, di Jakarta, Rabu (11/07/2018).

Sementara itu, Presiden Jokowi menyatakan Polri masih mempunyai pekerjaan rumah untuk menjaga keamanan dan ketertiban sejumlah agenda nasional serta internasional yang berlangsung dalam waktu dekat. Sejumlah agenda yang dimaksud seperti, momen pemilihan anggota legislatif, pertemuan tahunan IMF-World Bank, Asian Games 2018, dan Asian Paragames 2018.

"Tugas besar pengamanan rangkaian pemilihan legislatif, pemilihan presiden semakin dekat, pengamanan Natal dan Tahun Baru, agenda internasional seperti Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018, dan pertemuan IMF-Bank Dunia perlu langkah antisipatif, perencanaan detail dan matang agar potensi kerawanan bisa dicegah," tutur Jokowi.

Jokowi kembali mengungkapkan, kesuksesan polri dan aparat keamanan lainnya dalam menjaga ketertiban dan keamanan nasional menjadi ujung tombak pencitraan Indonesia di mata internasional. Ia mencontohkan keberhasilan Polri dan aparat keamanan lainnya dalam menjaga keamanan di bulan Ramadan dan Idul Fitri, serta penyelenggaraan pemilu kepala daerah serentak pada 27 Juni 2018 lalu, merupakan kesuksesan yang harus dipertahankan.

"Saya yakin apa yang dilakukan setiap anggota polri wujud pengabdian terbaik kepada rakyat bangsa dan negara seluruh anggota polri di mana pun melakukan tugas terhormat dan membanggakan sebagai Bhayangkara," lanjut presiden.

Bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-72, Jokowi juga mengungkapkan apresiasinya terhadap masuknya Indonesia ke dalam 10 besar sebagai negara paling aman dan seluruh dunia versi survei global Gallup.

Berdasarkan Gallup Law and Order Report 2018, Indonesia berada di posisi ke-9 dengan skor 89. Predikat ini menunjukkan bahwa Indonesia masuk ke dalam jajaran negara dengan tingkat ketertiban dan hukum tertinggi.

"Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-72, kita dapat kabar baik Gallup Law and Order menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman di dunia. Sebuah capaian yang membanggakan kita semua yang harus dijaga dan dipertahankan," ujar Jokowi menambahkan.

Sekadar informasi, upacara kali ini juga dihadiri para petinggi negara dan pemerintahan. Sejumlah menteri Kabinet Kerja hadir antara lain Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Jaksa Agung Prasetyo.

Beberapa pejabat lainnya yang hadir seperti Presiden keenam Tri Sutrisno, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus