Sabet 6 Medali di Rumania, Tim Olimpiade Matematika Indonesia 10 Dunia

Comments 28 Views Views


Sabet 6 Medali di Rumania, Tim Olimpiade Matematika Indonesia 10 Dunia

SIPerubahan – Berita membanggakan menyelimuti generasi muda Indonesia. Tim Olimpiade Matematika Indonesia berhasil meraih enam medali dalam International Mathematical Olympiad (IMO) ke-59 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Cluj-Napoca, Rumania.

Tim Olimpiade Indonesia menyabet satu medali emas dan lima medali perak, sekaligus mengantarkan Indonesia masuk dalam peringkat 10 dunia dari 106 negara yang berpartisipasi.

"Ini adalah prestasi tertinggi yang pernah kita raih. Terima kasih kepada tim yang telah berjuang untuk mengharumkan bangsa Indonesia di ajang matematika tingkat dunia, yang merupakan salah satu event yang sangat prestisius dan bergengsi,” tutur Kepala Sub Direktorat Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Suharlan, Senin (16/07/2018) kemarin.

Berdasarkan data dari situs resmi IMO, sepanjang 30 tahun keikutsertaan, Indonesia telah berhasil mengumpulkan total 2 medali emas, 22 perak, 44 perunggu, dan 30 Honorable Mention.

Hasil itu melampaui pencapaian negara-negara kuat. Sebut saja, Australia (peringkat 11), Inggris (peringkat 12), Jepang (peringkat 13), Kanada (peringkat 16), dan Italia (peringkat 17) di ajang kompetisi matematika pelajar tingkat dunia yang digelar pada 4-14 Juli 2018. Medali emas diraih oleh Gian Cordana Sanjaya (SMAK Petra 1 Surabaya) dengan total skor 31.

Sementara itu, medali perak masing-masing diperoleh Alfian Edgar Tjandra (SMA Kharisma Bangsa), Kinantan Arya Bagaspati (SMA Taruna Nusantara), Farras Mohammad Hibban Faddila (SMAK Kharisma Bangsa), Valentino Dante (SMAK 2 Petra Surabaya), dan Otto Alexander Sutianto (SMAK Penabur Gading Serpong).

Alfian, Kinantan, dan Farras masing-masing meraih skor 29, Valentino skor 28, sedangkan Otto mendapat skor 25.  "Ini adalah emas kedua, setelah sebelumnya, pada 2013, saat IMO ke-54 di Kolombia, Indonesia mendapatkan emas pertama dan masuk di peringkat 19 dunia," lanjut Suharlan.

Koordinator tim IMO Indonesia Dr. Aleams Barra mengungkapkan siswa diminta untuk mengerjakan enam soal, masing-masing tiga soal per hari yang harus dikerjakan dalam waktu 4,5 jam. Soal-soal yang diberikan merupakan soal-soal orisinal dengan tipe soal yang belum pernah dikerjakan oleh para siswa sebelumnya. "Untuk dapat mengerjakannya, dituntut kecepatan berpikir, ketenangan mental, dan kreativitas tinggi," tuturnya.

Untuk diketahui, tim Olimpiade Matematika Indonesia didampingi oleh Dr. Aleams Barra (Leader), Dr. Hery Susanto (Deputy Leader), Dr. Fajar Yuliawan, dan Fonda Ambitasari dari Kemendikbud. Gian yang menyabet emas menerangkan, lawan yang mereka hadapi cukup tangguh. Namun, sejak keberangkatan dirinya yakin bakal meraih emas, setelah tahun lalu di Brazil berhasil menyumbangkan medali perak.

“AS, Tiongkok, Rusia, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, termasuk yang kuat," terang Gian.

Ini merupakan kali ketiga dirinya mewakili Indonesia dalam IMO dan menunjukkan grafik prestasi yang terus meningkat. Pada 2016, Gian menerima perunggu, kemudian menerima perak pada 2017, dan akhirnya medali emas pada IMO 2018.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus