Segera Terbit, Inpres Terkait Ekspor Kelapa Sawit

Comments 20 Views Views


Segera Terbit, Inpres Terkait Ekspor Kelapa Sawit

SIPerubahan - Pemerintah berencana menerbitkan instruksi presiden (Inpres) terkait minyak kelapa sawit menyusul langkah Uni Eropa yang menunda implementasi larangan masuk produk kelapa sawit dari Indonesia menjadi 2030 mendatang.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung menerangkan, penerbitan Inpres tersebut untuk meyakinkan para pelaku industri kelapa sawit dan masyarakat luar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, bahwa minyak kelapa sawit aman bagi kesehatan serta ramah lingkungan.

“Persoalan lingkungan hidup tentunya menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia. Setelah kita gali menyangkut sawit, persoalan sebenarnya yaitu persaingan usaha ancaman bagi produk mereka bunga matahari karena sawit ini ternyata turunannya banyak sekali,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/07/2018).

Hingga kini, Inpres tersebut diakuinya masih berada di meja Presiden dan dalam waktu dekat segera diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pramono menyebutkan pemerintah sudah sangat responsif untuk mendekati negara-negara di Uni Eropa untuk bisa kembali mempertimbangkan larangan itu dengan langkah presiden yang mengirimkan surat resmi ke parlemen Uni Eropa.

“Hal yang nampak dari hasil lobi dan surat Presiden kepada parlemen Uni Eropa kepada negara-negara utama di Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, Belanda, dan Vatikan. Hasilnya yang dulunya mau diterapkan 2021 kemudian diundurkan jadi 2030,” ujarnya.

Meskipun, lanjut Pramono, masih ada beberapa hal yang harus didiskusikan lebih lanjut, dia meyakini langkah lobi pemerintah bakal membuahkan hasil. Apalagi langkah ini juga didukung oleh negara-negara lain yang juga terkena dampak yang sama dari Uni Eropa.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus