Usai Gempa 7 SR di Lombok, Terjadi 132 Kali Gempa Susulan

Comments 62 Views Views


Usai Gempa 7 SR di Lombok, Terjadi 132 Kali Gempa Susulan

SIPerubahan - Gempa susulan hingga Senin (06/08/2018) pagi tercatat masih terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 132 gemba bumi susulan terjadi hingga Senin (06/08/2018) pukul 08.00 WIB di Lombok, NTB.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko di Jakarta, menerangkan sebelumnya, gempa bumi berekuatan 5,4 SR yang berlokasi di 12 kilometer Barat Daya Lombok Utara. Gempa yang terjadi pada pukul 07.28 WIB itu tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau warga untuk tidak masuk ke dalam bangunan yang sudah rusak akibat gempa karena dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa runtuh akibat gempa susulan.

Sebelumnya, sebanyak 82 orang meninggal dunia dan ribuan orang mengungsi akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang NTB, Minggu (05/08/2018) pukul 18.46 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Nugroho dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin dini hari, pukul 02.30 WIB menyebut, selain korban yang banyak, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah rusak.

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Daerah terparah akibat gempa yaitu, kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan kota Mataram.

Aparat Lakukan Evakuasi

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, dari 39 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

"Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menjelaskan Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. Ia memperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Dirinya menegaskan Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Masih dari penuturan Sutopo, tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan. Saat ini, dua helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan.

BNPB terus mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak. Saat ini, BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat.

Selain itu, TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada Senin pagi.

Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar. "Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya,” pungkasnya. (Sumber foto: Tempo)

Post a Comments
blog comments powered by Disqus