LPDB Akan Biayai Program Tanam Jagung

Comments 139 Views Views


LPDB Akan Biayai Program Tanam Jagung

SIPerubahan - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berencana akan membiayai program tanam jagung, yang sudah dijalankan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kementerian Pertanian di Provinsi Lampung.

Direktur Pembiayaan Syariah Jaenal Aripin mengatakan, sejauh ini sudah ada tujuh koperasi dan UMKM di Lampung yang mengajukan permohonan pembiayaan dengan total pengajuan mencapai Rp 111 Miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir untuk meresmikan pembukaan lahan pertanian tanam jagung seluas 73 ribu hektar di Desa Srikaton, Pringsewu, Lampung.

Namun ketika ditanya soal nominal pembiayaan, Jaenal belum dapat menyebut angka pastinya. Alasannya, hingga kemarin pihaknya masih dalam tahap verifikasi. “Satu koperasi yaitu Assyafi’iyah yang telah diverifikasi, dua lagi yakni koperasi Laa Roibah dan Wijaya Kusuma akan diverifikasi besok (hari ini)” terangnya.

Sementara itu Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Umar Syah mengaku senang LPDB mau membiayai para petani jagung, terutama paska panen.

“Kita perlu mitra untuk trading paska panen. Sebagai langkah awalnya, LPDB melakukan pembiayaan untuk penyerapan hasil panen jagung, agar harga bisa dijaga kestabilannya,” ungkap Umar.

Selanjutnya, Umar berharap LPDB juga bersedia mengucurkan dana bergulir untuk proses produksi tanaman jagung.  Alasannya sektor pertanian masuk dalam program ketahanan pangan yang tertuang dalam Nawa Cita Pemerintah Kabinet Kerja.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo berharap, Provinsi Lampung dapat memaksimalkan penyerapan dana bergulir yang disediakan negara.

Braman meenrangkan, LPDB telah menyalurkan sekitar Rp 154,89 miliar dana bergulir untuk Lampung selama periode 2008 hingga 2016. Namun pada 2017, LPDB tak mencatat adanya realisasi pencairan dana bergulir di Lampung.

“Dengan adanya pengalokasian dana bergulir LPDB-KUMKM, koperasi dan UMKM dapat lebih berkembang. Sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi angka pengganguran, serta menyejahterakan masyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui, Direktorat Pembiayaan Syariah memiliki dana pinjaman senilai Rp450 miliar dari total dana senilai Rp1,2 trilun. Dana itu akan diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS), Unit Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (USPPS) dan unit usaha syariah lainnya.

Berkenaan bunga, LPDB mengenakan bunga 4,5 persen untuk sektor yang masuk dalam program Nawa Cita, Sektor Riil dikenai bunga 5 persen, Simpan Pinjam dikenai bunga 7 persen dan Syariah dikenakan sistem bagi hasil 60:40.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus