Gandeng Jamkrida, LPDB KUMKM Salurkan Dana Bergulir Rp1,2 Triliun

Comments 235 Views Views


Gandeng Jamkrida, LPDB KUMKM Salurkan Dana Bergulir Rp1,2 Triliun

SIPerubahan - Tahun ini LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) KUMKM siap menyalurkan dana bergulir Rp1,2 triliun, alokasi sementara untuk Jawa Timur sekitar Rp 150 miliar.

Untuk mempercepat penyerapan, LPDB menggandeng Jamkrida (Jamkrindo) sebagai penjamin kredit bagi UMKM yang tidak memiliki agunan yang memadai.

Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo memaparkan, dari evaluasi yang dilakukan dalam penyaluran dana bergulir tahun-tahun sebelumnya, kendala kalangan UMKM untuk akses dana bergulir LPDB mayoritas karena ketiadaan jaminan, padahal usaha mereka banyak yang prospek.

“Karena itu dalam penyerapan tahun ini, sejak Juni 2018 kami melakukan perubahan pola dengan menggandeng Jamkrida (Jamkrindo) sebagai pemberi jaminan agunan bagi UMKM,” katanya setelah kegiatan ‘Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM Tahun 2018’ di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (13/09/2018).

Dengan pola baru tersebut, UMKM bisa mengajukan dana bergulir dengan agunan minimal 30 persen dari plafon pinjaman. Sisanya bisa dihandel oleh Jamkrida (Jamkrindo). Kemudian persyaratan untuk mengakses dana bergulir dari sisi regulasi juga dipermudah seiring keluarnya Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor 8 Tahun 2018.

“Dulu karena syarat diketati, 90 persen permohonan dana bergulir ditolak. Rata-rata kesulitan di nomor induk koperasi, nilai kesehatan koperasi dan sertifikat kompetensi. Sekarang regulasi persyaratan pengajuan agak longgar, namun tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian. Kami tidak mau gegabah karena mengejar target realisasi,” jelasnya melanjutkan.

Sementara penyaluran dana bergulir menggunakan tiga skim yaitu melalui koperasi dan UMKM, umum, lembaga perbankan dan non perbankan. Tahun ini, pihaknya juga bekerja sama dengan enam Fintech (Financial Technoloy) untuk mempercepat penyerapan dana bergulir. Fintech ini yang lolos setelah sebanyak 22 Fintech melakukan beauty contest.

“Mereka tidak boleh mematok bunga kepada UMKM terlalu tinggi. Tak boleh lebih dari 10% per tahun,” terangnya menambahkan.

Braman Setyo pun optimistis dengan pola dan terobosan baru ini, penyerapan dana bergulir LPDB bisa lebih cepat. “Saat ini penyerapan memang baru 12 persen dari plafon Rp 1,2 triliun. Namun dengan pola dan regulasi baru, saya optimistis bisa terserap semua hingga akhir tahun,” katanya lagi.

Sekadar informasi, alokasi LPDB dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2016 alokasi mencapai Rp 800 miliar, 2017 sebanyak Rp 1 triliun. Rata-rata penyerapan mencapai 84 persen dengan kredit macet 0,9 persen.

Masih di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur Mas Purnomo Hadi menjelaskan pihaknya siap membantu akselerasi penyerapan dana bergulir LPDB kepada UMKM dan koperasi baik simpan pinjam dan non simpan pinjam. Apalagi Jatim juga bersiap mendirikan Satgas LPDB untuk membantu pengawasan penyaluran.

“Kami akan mendirikan Satgas LPDB di lingkungan kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim. Mereka membantu mengawasi penyaluran dan menganalisa kelayakan proposal yang diajukan,” katanya.

Diakuinya dengan persyaratan yang ketat, KUMKM sebelumnya kesulitan mengakses dana bergulir LPDB. Imbasnya fungsi pembinaan untuk pemberdayaan KUMKM tidak menyentuh. Karena itu, dirinya menyambut gembira pola baru yang dilakukan LPDB KUMKM. Diharapkan dengan pola baru ini, penyerapan dana bergulir LPDB di Jatim yang tahun ini dialokasikan Rp150 miliar bisa maksimal.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus