Catatan Kelam dan Memalukan Timnas Jerman

Comments 27 Views Views


Catatan Kelam dan Memalukan Timnas Jerman

SIPerubahan – Bila ada Piala Dunia yang paling menarik dalam 21 kali pegelarannya, mungkin hanya Piala Dunia 2018 di Rusia ini menjadi yang pertama.

Dimulai dari kegagalan Timnas Italia dan Belanda di babak kualifikasi, hingga tim-tim underdog yang memiliki kekuatan sama merata dengan para tim raksasa, dan nyaris tanpa memasukkan banyak gol untuk lolos babak penyisihan.

Ditambah lagi dengan Timnas Spanyol dan Argentina yang harus tertatih-tatih melaju ke perdelapan final hingga terhentinya langkah Timnas Jerman di penyisihan grup, setelah ditundukkan Timnas Korea Selatan, Rabu (27/06/2018).

Sebuah hasil yang memang tidak bisa diterima secara hitung-hitungan matematika. Namun begitulah sepak bola, selalu saja ada kejutan yang tidak bisa diperkirakan.

Terlepas dari itu, status sebuah tim memang tak akan pernah mengubah hasil akhir. Jerman harus merasakan kembali kegagalannya di fase grup atau babak pertama sejak 80 tahun silam, tepatnya di Piala Dunia 1938 di Prancis.

Tim Panser yang datang sebagai juara bertahan, harus menahan malu ketika mengakhiri Piala Dunia 2018 dengan menjadi juru kunci di Grup F.

Sebuah akhir yang teramat sedih bagi sebuah tim yang gagah perkasa dengan label empat bintang juara dunia. Parahnya lagi, sejarah pun mencatat Jerman sebagai sebuah simbol kedigdayaan para raksasa di turnamen empat tahunan ini dengan rekor terbanyak berlaga dengan 106 penampilan dan rekor terbanyak mencetak gol di turnamen ini dengan torehan 224 gol.

 

Hasil yang memang memalukan jika berkaca pada perjalanan skuat juara bertahan besutan Joachim Loew di Piala Dunia Rusia kali ini. Jerman membukukan hasil terburuknya sepanjang keikutsertaannya di turnamen kasta tertinggi sepakbola empat tahunan ini.

 

Jerman bukan tim gurem atau abal-abal, dimana Jerman mendapat gelar sebagai spesialis turnamen dengan catatan selalu lolos dari fase grup dalam 16 edisi Piala Dunia dari 18 kali keikutsertaannya.

 

Bahkan Jerman tak pernah mengalami kekalahan lebih dari sekali di fase grup. Ada lagi, Jerman tak pernah gagal membobol gawang lawan di bawah tiga gol di fase grup. Torehan buruk di Piala Dunia ke-21 ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah Jerman. Kalah dua kali dan hanya dua gol yang berhasil dilesakkan.

 

Catatan buruk Jerman itu belum lagi ditambah dengan kutukan Juara Piala Konfederasi dan kesialan label juara bertahan. Jerman menjadi tim juara bertahan kelima yang gagal di fase grup usai menjuarai Piala Dunia edisi sebelumnya.

 

Brasil menjadi tim juara bertahan pertama yang mengalami kegagalan di Piala Dunia 1966 usai menjadi juara dunia 1962. Diikuti Perancis di Piala Dunia 2002, Italia di 2010 dan Spanyol di Piala Dunia 2014.

 

Hal ini bukan hanya tentang angka ataupun sekadar mitos yang tak harus dianggap serius. Namun faktanya, status maupun gelar tak bisa membantu untuk merubah sebuah hasil.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus