Ulasan Preview: Timnas Prancis Kontra Belgia, Dapatkah ‘Pesta’ Gol?

Comments 62 Views Views


Ulasan Preview: Timnas Prancis Kontra Belgia, Dapatkah ‘Pesta’ Gol?

SIPerubahan - Mempertimbangkan kekuatan Timnas Prancis dan Belgia yang akan berlangsung pada Rabu (10/07/2019) dinihari WIB, ada potensi terjadinya ‘pesta’ gol saat dua negara Eropa yang bertetanggaan itu bertemu di semifinal Piala Dunia 2018.

Pertaruhannya lebih sedikit saat terakhir kalinya kedua tim melawan satu sama lain di Piala Dunia, kemenangan 4-2 bagi Perancis di pertandingan perebutan juara ketiga di tahun 1986. Itu menjadi pertandingan kompetitif terakhir di antara kedua negara tersebut tetapi ada delapan pertandingan persahabatan internasional berikutnya.

Belgia memenangkan dua pertandingan tersebut, termasuk yang terakhir dimana sebuah pertandingan eksibisi tiga tahun lalu di Stade de France saat Belgia unggul 3 gol saat pertandingan berjalan 5 menit di babak kedua dan pada akhirnya menang 4-3. Dengan roster pemain termuda kedua di Piala Dunia, Prancis tidak menunjukkan ketakutan dan melaju ke semifinal Piala Dunia pertama mereka sejak 2006 dengan dipimpin oleh penyerang berusia 19 tahun Kylian Mbappe dan sepasang bek sisi menyerang yang kurang pengalaman yaitu Benjamin Pavard dan Lucas Hernandez.

“Kami tidak takut pada siapapun,” kata Pavard. “Kami sudah percaya diri dari awal dan kami tidak mempertanyakan diri kami sendiri.”

Pelatih mereka Didier Deschamps, yang menjadi kapten ketika Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Kejuaraan Eropa 2000, telah menanamkan mentalitas seperti baja. “Dia memotivasi prajurit dengan kata-kata yang kuat,” ujar Pavard. “Kami siap pergi berperang dengannya,” lanjutnya.

Deschamps membuat keputusan berani dengan memainkan Pavard di kanan dan Lucas Hernandez di kiri sebagai starter. Pasangan bek sisi ini, keduanya berusia 22 tahun, hanya punya 20 penampilan internasional di antara mereka tetapi mereka bermain dengan ketenangan yang baik. Di Belgia, sebelumnya ada keraguan mengenai terkait Roberto Martinez untuk mentransfer talenta individual negara tersebut ke dalam kekuatan kolektif. Fans menyambut kedatangannya di bulan Agustus 2016 dengan antusiasme hangat-hangat kuku karena dia baru saja dipecat Everton di Liga Utama Inggris.

Masa jabatannya dimulai dengan kekalahan 2-0 di kandang dari Spanyol, tetapi sejak itu Belgia tidak terkalahkan dalam 23 pertandingan dan telah mencetak 78 gol – ditahan imbang tanpa gol hanya sekali dari pertandingan tersebut. Dengan bekas striker Perancis Thierry Henry sebagai asisten pelatih, Belgia menjadi tim yang mencetak gol paling banyak di Rusia dengan 14 gol dalam lima pertandingan Piala Dunia mereka.

“Dia memberikan tim Belgia keinginan untuk menyerang,” demikian kata presiden Federasi Sepakbola Perancis, Noel Le Graet, mengenai pengaruh Henri ke tim Belgia. “Para penyerang mencari saran darinya. Dia dipandang tinggi,” katanya lagi.

Taktik Martinez Lebih Diandalkan

Dengan Belgia mengejar keunggulan 2-0 Jepang di ronde 16 besar, Martinez mengganti dua pemain melebarnya dengan dua gelandang dan keduanya mencetak gol. Penjaga gawang Belgia Thibaut Courtoius dan kiper Perancis Hugo Lloris mungkin akan sibuk di pertandingan ini. Lloris telah dikritik selama setahun terakhir karena kesalahan saat bermain bersama Prancis dan Tottenham Hotspurs.

Di pertandingan pembukaan Piala Dunia Prancis melawan Australia, dia membiarkan sebuah tendangan jarak jauh melewatinya dan melihat dengan lega saat bola menghantam mistar gawang. Tetapi Lloris kelihatannya memimpin dengan kemampuan terbaiknya di perempat final melawan Uruguay, bergegas keluar dari garisnya untuk menjauhkan umpang silang rendah dan kemudian membuat penyelamatan tembakan rendah yang hebat.

Belgia punya tinggi dan kemampuan menyundul dari bek Vincent Kompany dan Jan Vertonghen, dan Marouane Fellaini. Courtois memasuki turnamen sebagai salah satu kiper top dan memperkuat reputasinya dengan performa luar biasa di perempat final melawan Brasil.

Striker Perancis, Olivier Giroud, berpikir bahwa Lloris sedikit lebih baik dari Courtois, rekan satu klubnya di Chelsea. “Mereka berdua sangat baik dalam menjaga gawang, tetapi Hugo lebih eksplosif,” kata Giroud. “yang terbaik adalah Hugo. Maaf, Thibaut.”

Belgia harus bermain tanpa beknya Thomas Meunier, yang berlari maju di sisi lapangan sebagai bagian penting dari penyerangan Belgia. Sementara Meunier diskorsing setelah menyandung bintang Brasil, Neymar dan mendapatkan kartu kuning kedua di turnamen. Dengan absennya Meunier, Martinez mungkin membuang formasi 3-5-2 dengan bek sayapnya, dan menggantinya dengan empat bek yang membuat pertahanan mereka menjadi lebih padat.

Penyerang bintang Eden Hazard dikenal karena kecakapan menyerangnya, tetapi dia juga adalah jalan keluar bagi pertahanan Belgia. Hazard cepat dalam lari dan memotong ke dalam. Karena kakinya yang cepat, perubahan arah dan kontrol jarak dekat yang indah, dia sulit untuk ditekel dan ini sering kali mendatangkan pelanggaran.

Sementara Giroud masih belum mencetak gol di Piala Dunia ini, kemampuannya menahan bola atas cocok dengan sistem Prancis dan memungkinkan Mbappe berlari di sisi kanan. Hal tersebut juga memberikan Antoine Griezmann celah untuk dijelajahi. “Aku mencoba menciptakan celah untuk rekan-rekan satu timku,” kata Giroud. “Ini adalah sisi tidak mementingkan diri sendiriku.”

Dia perlu satu gol untuk unggul dari dari pemain hebat Perancis, Zinedine Zidane. Mereka berdua seimbang di peringkat keempat secara keseluruhan dengan 31 gol. Griezmann sendiri  sudah mencetak dua gol penalti dan mengatur gol sundulan Raphael Varane melawan Uruguay. Tetapi dia belum menunjukkan performanya sebelumnya saat dia memimpin Prancis dengan menjadi pencetak gol terbanyak mereka dalam perjalanan mereka ke final Piala Eropa 2016, saat Les Blues kalah dari Portugal.

Belgia kesulitan melawan Jepang saat bertahan dari pemain-pemain yang lincah dan cepat. Andres Cunha asal Uruguay ditugaskan sebagai wasit pertandingan ini setelah mewasiti kemenangan Prancis 2-1 atas Australia di pertandingan pembukaan Perancis dan kemenangan Spanyol 1-0 atas Iran di babak grup.

Dia memberikan Perancis penalti setelah mereview video sebuah tekel dari belakang oleh Joshua Risdon terhadap Antoine Griezmann, yang mengkonversinya menjadi keunggulan 1-0 untuk Perancis. Cunha menganulir gol dari Saeid Ezatolahi (Iran) setelah asisten wasit dan video asisten wasit memberikan sinyal bahwa pemain tersebut offside.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus