Lika-Liku Indonesia Menjadi Tuan Rumah Asian Games

Comments 34 Views Views


Lika-Liku Indonesia Menjadi Tuan Rumah Asian Games

SIPerubahan - Menjelang dibukanya Asian Games 18 Agustus mendatang, sebagai tuan rumah, Indonesia sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari dan kini tinggal menunggu reaksi dari atlet-atlet yang akan berkompetisi serta tamu-tamu mancanegara yang akan datang.

Seperti kita tahu, Indonesia telah menempuh perjalanan yang panjang dan berliku-liku untuk smapai pada titik ini. Indonesia sempat kalah dalam pemilihan tuan rumah Asian Games melawan Vietnam pada 2012 lalu. Namun akhirnya, Indonesia mendapat status tuan rumah setelah Vietnam memutuskan mengundurkan diri.

Tahun 2014 Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung menyampaikan, Vietnam menarik diri sebagai tuan rumah Asian Games Hanoi 2018. Yang anehnya, keputusan tersebut justru disambut gembira oleh masyarakat Vietnam dan menjadi berita utama di halaman depan berbagai surat kabar. Media dan publik Vietnam saat itu memuji keputusan perdana menteri mereka.

Kondisi ekonomi Vietnam dinilai belum pulih sejak terpapar krisis keuangan global dan resesi ekonomi sejak 2012. “Anggaran negara terbatas, dan harus diprioritaskan untuk hal-hal mendesak lainnya,” ucap Nguyen Tan Dung seusai bertemu dengan Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam hingga pada Kamis malam, 17 April 2014 seperti dikutip dari South China Morning Post.

Menurut Tan Dung, kas negara tidak cukup untuk menutupi biaya penyelenggaraan Asian Games 2018, meski efisiensi belanja negara di berbagai kementerian dan lembaga Vietnam sudah dilakukan. Kementerian Olahraga Vietnam memperkirakan anggaran penyelenggaraan Asian Games 2018 sebesar $150 juta dan Vietnam secara resmi memenangkan tender Asian Games pada November 2012.

Namun, tingkat pengeluaran untuk Asian Games diperkirakan lebih besar. Bila menilik biaya yang dikeluarkan oleh Korea Selatan pada penyelenggaraan Asian Games Incheon 2014 mencapai $1 miliar atau sekitar Rp14 triliun lebih.

“Biaya itu luar biasa mahal dan tidak masuk akal," kata Nguyen seperti dilansir dari BBC Vietnam.

Mundurnya Vietnam, secara otomatis membuat Indonesia yang sebagai Runner-Up favorit, terpilih menjadi tuan rumah perhelatan olahraga terbesar di Asia itu. Indonesia harus menghadapi  berbagai rintangan yang ada di depan mata.

Pertama, seharusnya Asian Games berlangsung tahun 2019. Namun, kemudian dimajukan menjadi tahun 2018 untuk menghindari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden serentak yang juga akan diselenggarakan pada tahun tersebut.

Dengan persiapan waktu yang hanya sekitar empat tahun, ada banyak keraguan yang mengiringi semangat menjadi tuan rumah Asian Games. Mulai proses pembangunan dan renovasi yang dinilai lambat, hingga hal-hal lainnya yang lebih sering condong ke arah keraguan dan rasa pesimisme.

Bagimana tidak, empat bulan sebelum Asian Games saja, masih ada ada beberapa venue yang pengerjaannya baru 50 persen. Malah ada progresnya paling lambat, yakni Arena Equestrian Pulomas.

Masalah yang baru terjadi adalah Kali Item yang menjadi sorotan karena kondisinya yang jorok dan bau. Apalagi letaknya dekat Wisma Atlet, pemondokan para kontingen dan official tim dari 45 negara peserta.

Namun, pada akhirnya semua permasalahan tersebut hanyalah rintangan yang harus dilewati untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang baik. Indonesia mampu membuktikan bahwa dengan waktu yang relatif singkat, sejumlah venue sudah siap menggelar laga-laga berkelas dan bahkan beberapa di antaranya diyakini masuk kategori venue terbaik untuk kawasan Asia dan Dunia.

Sementara untuk kasus Kali Item, belum lama ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menpora Imam Nahrawi, Ketua Inasgoc Erick Thohir,  hingga Wakapolri  Komjen Syafruddin telah membuktikan Kali Item sudah tidak bau. Para pejabat negara itu justru makan pisang bersama-sama persis di pinggir Kali Item.

Sebagai warga Indonesia yang mencintai tanah airnya, tentunya kita harus merasa bangga Indonesia bisa menjadi tuan rumah Asian Games 2018 untuk yang kedua kalinya. Dengan menjadi tuan rumah perhelatan olahraga empat tahunan tingkat Asia ini, pastinya akan banyak keuntungan yang bisa diambil, salah satu contoh adalah dari segi pariwisata. Sebagai negara yang memiliki banyak keindahan, terutama wisata alam dan budaya, Indonesia banyak diminati oleh para pelancong dari manca negara.

Sekarang yang harus kita perhatikan bersama-sama adalah kesiapan atlet Indonesia untuk meraih kemenangan. AYO INDONESIA, KITA PASTI BISA!.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus