Olimpiade Tokyo 2020 Terapkan Sistem Pengenal Wajah Canggih, Penasaran?

Comments 24 Views Views


Olimpiade Tokyo 2020 Terapkan Sistem Pengenal Wajah Canggih, Penasaran?

SIPerubahan -Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Tocog, mengumumkan akan menerapkan teknologi pengenal wajah untuk meningkatkan keamanan di sekitar arena pertandingan.

Melalui kerja sama dengan raksasa industri teknologi informasi dan telekomunikasi Jepang, NEC, mereka mengembangkan sistem yang akan menjadikan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai Olimpiade pertama yang menerapkan teknologi tersebut.

Teknologi yang didemonstrasikan kepada media lewat sebuah acara di ibu kota Jepang tersebut, akan menggunakan chip yang ditanamkan ke kartu identitas agar bisa secara otomatis mengidentifikasi orang-orang yang memasuki lebih dari 40 lokasi penyelenggaraan pertandingan.

Lebih dari 300 ribu atlet dan staf Olimpiade akan diminta untuk mengirimkan foto mereka ke basis data sebelum pesta olah raga itu dimulai pada Juli 2020 mendatang. "Setiap kali seseorang memasuki sebuah fasilitas, mereka akan melewati pemeriksaan keamanan," tutur kepala keamanan Olimpiade Tokyo 2020 Tsuyoshi Iwashita.

"Namun arena-arena di Tokyo tidak selalu memiliki ruang yang cukup untuk tempat pemeriksaan maupun antrian yang disebabkannya. Ketika acara berlangsung, kami perkirakan banyak orang datang dan udara sangat panas. Itulah kenapa kami mengenalkan teknologi pengenalan wajah ini," jelasnya.

Sistem itu tidak ditujukan memindai wajah penonton, melainkan demi meningkatkan keamanan sekaligus mengurangi antrian masuk bagi atlet.

"Lebih dari 40 fasilitas, termasuk stadion utama, Pusat Siaran Internasional, kampung atlet dan sebagainya, akan dilengkapi sistem pengenal wajah. Atlet, staf Olimpiade, relawan dan media akan termasuk dalam sistem ini," ujar Wakil Presiden Senior NEC Masaaki Suganuma.

NEC pun mengakui sudah menguji teknologi tersebut di Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016, selain juga menempatkannya di banyak fasilitas umum. Seperti bandara.

Dalam demonstrasi yang dilakukan, teknologi itu sukses mengenali wajah serangkaian orang, termasuk mereka yang memakai kursi roda serta dari berbagai tinggi badan yang berbeda, yang merupakan fitur utama sistem NEC tersebut.

"Sebanyak 99,7 persen wajah dikenali sistem dengan benar. Angka ini tidak akan berubah berdasarkan kewarganegaraan maupun tinggi badan," tutup Suganuma.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus