Menteri Agama: Ceramah Agama Tidak Boleh Bermuatan Politik Praktis


Menteri Agama: Ceramah Agama Tidak Boleh Bermuatan Politik Praktis

Menteri Agama mengeluarkan seruan tentang ceramah di rumah ibadah. Dalam seruan yang ditandatangi pada tanggal 28 April 2017 itu Menteri Agama menekankan bahwa cerama agama hendaknya disampaikan dalam kalimat yang baik dan santun, tidak mengumpat, memaki, atau bermuatan ujaran kebencian yang dilarang agama manapun.

Seruan itu juga menyatakan bahwa materi yang disampaikan dalam isi ceramah di rumah ibadah tidak mempertentangkan unsur SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang dapat menimbulkan konflik, menggangu kerukunan dan merusak ikatan bangsa.

Lebih tajam lagi, Menteri Agama menyerukan bahwa isi ceramah dalam rumah ibadah hendaknya tidak bermuatan kampanye politik praktis.

Seruan Menteri Agama ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi rumah ibadah dari hiruk-pikuknya berbagai kegiatan politik praktis, seperti yang pernah dilakukan oleh konsultan politik Eep Saefulloh pada Pilkada DKI Jakarta belum lama ini. (simak pengakuan Eep di sini)

Seruan Menteri Agama selengkapnya:

Post a Comments
blog comments powered by Disqus