Jogging Jokowi-Airlangga Tingkatkan Energi

Comments 73 Views Views


Jogging Jokowi-Airlangga Tingkatkan Energi

SIPerubahan - Pengamat Politik dari Indo Barometer Muhammad Qodari mengungkapkan, Presiden Joko Widodo menemukan sifat pemberani, loyal serta bisa diajak berkerjasama di dalam sosok Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto

Menurut Qodari, kemungkinan Airlangga dipilih menjadi pendamping (cawapres) Jokowi cukup besar di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.  Bahkan, Qodari menyebut pertemuan Jokowi dengan Airlangga di Istana Bogor sambil jogging sehat bersama warga Bogor sebagai pertemuan khusus.

“Sepertinya spesial diadakan untuk kegitan itu. Mengutip perkataan pak Jokowi, saya mencatat bahwa dengan mengajak serta melihat sepeda motor custom made milik  Jokowi itu adalah khusus. Selain itu juga sangat longgar dan leluasa. Dari segi setting juga berpindah-pindah terus seperti tempat sport, dengan jalan kaki di Kebun Raya. Seperti dipersiapkan panggung,” papar Qadari dalam diskusi yang bertajuk ‘Memaknai Jogging Politik Jokowi-Airlangga’, di Bakoel Koffie Jalan Cikini Raya, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/03/2018) kemarin.

Sementara itu, Ketua Korordinator Bidang Hankam, Luar Negeri DPP Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain menerangkan, dari olahraga santai Jokowi bersama Airlangga, mampu mempererat silaturahim antara Partai Golkar dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Apalagi terlihat jelas, Jokowi memakai kaos kuning yang mampu meningkatkan energi seluruh kader Golkar.

“Dengan Pak Jokowi memakai baju kuning, maka menghasilkan energi yang sangat luar biasa terhadap bangkitnya Golkar yang bersih. Selanjutnya, yang perlu kita lakukan dengan program-program yang ada yaitu untuk meningkatkan elektoral,” ujar Happy Bone.

Di tempat dan kesempatan yang sama, pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengaku cukup terkejut dengan pertemuan Jokowi bersama Airlangga di Istana Bogor. Ia pun menilai, kemungkinan besar peluang Airlangga menjadi cawapres Jokowi cukup besar.

“Ini mengejutkan, karena di luar prediksi banyak orang yang mana banyak mengira akan ada pertemuan Jokowi dengan Cak Imin bukan dengan Airlangga. Pemilihan cawapres Jokowi ini hampir sama dengan SBY di tahun 2009-2014 lalu, karena elektabilitasnya yang cukup tinggi,” pungkasnya.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus