Politisi Muda Malaysia Tantang Petahana di Pemilu 2018

Comments 353 Views Views


Politisi Muda Malaysia Tantang Petahana di Pemilu 2018

SIPerubahan – Hari ini Rabu (09/05/2018) menjadi hari besar bagi Malaysia.Negeri Jiran ini menghelat pemilihan umum ke-14. Belasan juta warga Malaysia memilih di 8.253 TPS yang disediakan dalam pemilu kali ini. TPS di seluruh penjuru akan dibuka sejak pukul 08.00 waktu Malaysia.

Sebanyak 14.449.200 dari 14.940.624 warga akan menggunakan hak pilihnya. Malaysia menerapkan sistem first past the post seperti yang diterapkan di Inggris dalam Pemilu. Di bawah sistem ini, setiap distrik menetapkan anggota parlemen dengan suara terbanyak. Pemenang akan langsung menggugurkan kandidat lainnya, tidak peduli jumlah selisih suara mereka (atau yang dikenal sebagai the winner takes all).

Hampir 15 juta warga akan memilih pada 9.000 tempat pemungutan suara (TPS) di Malaysia. TPS akan dibuka pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore. Komisi Pemilihan Umum Malaysia berharap partisipasi pemilih mencapai 85 persen. Ada 222 kursi parlemen federal dan 505 kursi di 12 dari 13 dewan negara bagian. Satu negara bagian telah menggelar pemilu dini dengan kemenangan koalisi pemerintah Barisan Nasional (BN). Hasil penghitungan suara berangsur diumumkan mulai pukul 9 malam dan pemenangnya diharapkan diketahui di hari itu juga.

Inilah menariknya, belum pernah Pemilu Malaysia seketat ini. Selama 63 tahun Barisan Nasional (BN) selalu menang mudah. Apalagi ketika Mahathir Mohamad masih menjadi tokoh utama Barisan Nasional.

Saat ini Mahathir di pihak oposisi. Gara-gara skandal korupsi di 1MDB, perusahaan negara yang dibentuk Perdana Menteri Najib Razak. Kadernya Mahathir sendiri. Nilai korupsinya lebih hebat dari E-KTP di Indonesia yaitu sekitar Rp 9 triliun.

Namun Najib lagi berkuasa. Sehebat-hebat serangan Mahathir kekuasaan masih menentukan. Apalagi yang berkuasa itu lagi bergelimang uang. Persis seperti hasil survei Denny JA di Indonesia yang diumumkan belum lama ini. Skandal korupsi tidak banyak memengaruhi sikap pemilih. Ya sudahlah. Nasib rakyat kecil seperti kita.

Khusus pemilu tahun ini, Najib tak bisa menang mudah. Harga-harga bahan pokok terus naik di Negeri Jiran. Juga karena bulan depan Najib menerapkan pajak baru PPN. Uniknya, Pemilu Malaysia 2018 banyak sekali politisi serta anggota parlemen dari generasi milenial.

Sebut saja salah satunya yang cukup populer yaitu nama politisi muda berparas ganteng yang merupakan putra mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyidin Yasin.  Saddiq lulusan International Islamic University. Juga lulusan Royal Military Collage. Dua-duanya di Malaysia. Waktu kuliah Saddiq selalu juara debat. Jabatannya saat ini yakni Presiden Pemuda Partai Pribumi Bersatu. Ayahnya jadi presiden di partai itu. Mahathir jadi chairmannya.

Yang kedua, di Sabah juga muncul tokoh muda milenial anti Najib. Namanya Shafei Apdal. Tahun 2015 dia dipecat Najib. Dari posisi menteri daerah dan pedesaan. Juga dipecat dari wakil presiden partai. Tahun lalu Apdal mendirikan partai di Sabah yaitu Partai Warisan Sabah. Mottonya “Sabah Kita Punya”. Hasil survei terakhir sekiranya  Apdal saja bisa merebut 10 dari 25 kursi itu.

Dalam pidato terakhirnya kemarin, di Pekan, Najib menyerang Mahathir. Rakyat harus ingat betapa diktatornya Mahathir ketika menjadi perdana menteri. Dalam pidato terakhirnya kemarin, di Langkawi, Mahathir membalas, “Tapi saya bukan pencuri”.

Mahathir (92), hanya berpidato 18 menit. Dia mengaku lagi tidak enak badan. Demam. Mahathir juga baru diturunkan dari panggung kampanye. Lalu diperiksa polisi. Mahathir memilih panggung Langkawi di mana dari sanalah kejayaan Malaysia dia mulai. Saat seluruh kepala negara Asia Pacific berkumpul di situ, APEC.

Ketiga, ejekan juga dilontarkan Najib pada Nurul Izzah yang berasal dari generasimilenial. Ya, Nurul merupakan anak tokoh oposisi yang lagi di penjara, Anwar Ibrahim. Yang bikin geger di Pemilu 2008, usianya masih 27 tahun. Belum lama lulus kuliah elektro dan dari John Hopkin University. Izzah mengalahkan tokoh yang sudah tiga periode menang di dapil Lembah Pantai, dekat Kuala Lumpur, Shahrizat Abdul Jalil. Yang juga pula menjabat menteri wanita. Bahkan Izzah menang lagi di Pemilu 2013.

Kini Izzah pindah dapil. Ke Pematang Pauh. Dapil ayahnya dulu. Di Pulau Penang. Maka Najib pun mengejek Izzah sebagai penakut. Lari dari Lembah Pantai. Tanda-tanda oposisi akan kalah. Izzah membalas. Kepindahannya itu untuk menunjukkan akal liciknya penguasa. KPU-nya Malaysia memang mengubah peta dapil di Lembah Pantai. Kampung-kampung yang banyak dihuni keluarga polisi dimasukkan ke dapil itu. Mengubah-ubah peta dapil memang permainan yang canggih di pemilu Negeri Jiran.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus