Nama Joko Widodo Berada di Atas Dalam Survei Charta Politika Indonesia

Comments 57 Views Views


Nama Joko Widodo Berada di Atas Dalam Survei Charta Politika Indonesia

SIPerubahan – Bila sebanyak 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi ditanya “Seandainya Pemilu Presiden hanya diikuti oleh tujuh nama di bawah ini, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai presiden RI?”

“Kalau dilihat dari angka, Jokowi masih dominan,” tegas Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, di Jakarta Selatan, Senin (21/05/2018).

Hasilnya, sebanyak 51,2 persen responden memilih Jokowi dan sebanyak 23,3 persen responden memilih Prabowo. Sementara, Gatot Nurmantyo dipilih 5,5 persen responden, Anies Rasyid Baswedan dipilih 3,4 persen responden, Agus Harimurti Yudhoyono dipilih 2,7 persen responden, Jusuf Kalla dipilih 2,0 persen responden dan pada urutan terakhir, yakni Muhaimin Iskandar dipilih 0,6 persen responden.

Meski begitu, sebanyak 11,5 persen responden memilih tidak menjawab. Sampel survei dipilih secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling).

Yunarto kembali menerangkan, elektabilitas Prabowo cenderung naik dibandingkan sebelum Prabowo menerima mandat dari Gerindra. Namun, Yunarto membandingkannya dengan survei yang dilaksanakan Litbang Kompas.

Survei yang dilakukan Litbang Kompas diketahui dilaksanakan sebelum Prabowo menerima mandat dari Gerindra. “Dalam survei Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi 55,9 persen dan Prabowo 14,1 persen. Apakah signifikan bagi Jokowi? Menurut saya tidak. Tapi apakah ini signifikan bagi Prabowo? Menurut saya sedikit signifikan,” ujar Yunarto.

Sementara itu, hasil survei Charta Politika Indonesia menempatkan tiga sosok paling berpeluang sebagai calon wakil presiden. Yang mana mereka memiliki peluang terbesar bila dipasangankan dengan Presiden Jokowi maupun Prabowo.

Kemudian Yunarto kembali mengungkapkan, kandidat RI 2 menarik dibahas dalam konstelasi politik jelang Pilpres 2019. Sosok cawapres akan menentukan bagaimana dinamika politik pemilihan mendatang.

Tiga nama yang memiliki elektabilitas tertinggi yaitu, Gatot Nurmantyo sebesar 8,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 7,6 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 4,9 persen.

"Jika dipasangkan dengan Jokowi, nama AHY berpeluang paling besar dengan elektabilitas 11,8 persen, disusul Gatot Nurmantyo 11,5 persen, dan Anies Baswedan sebesar 9,1 persen," kata dia.

Sedangkan, bila dipasangkan dengan Prabowo Subianto yang paling berpeluang besar yaitu Anies Baswedan sebesar 12,2 persen, disusul Gatot Nurmantyo sebesar 11,9 persen, dan ketiga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 8,0 persen.

Survei nasional Charta Politika dilaksanakan pada 13-19 April 2018 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Survei menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error lebih kurang 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus