Jokowi Unggul Dalam Survei, Ini Komentar Wakil Ketua Umum Gerindra

Comments 45 Views Views


Jokowi Unggul Dalam Survei, Ini Komentar Wakil Ketua Umum Gerindra

SIPerubahan - Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei terbaru terhadap elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hasil survei itu menunjukkan bahwa elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) masih kuat dibandingkan kandidat lain, termasuk Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Survei dilakukan pada 13-19 April 2018 kepada 2.000 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei plus minus 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam rilis hasil survei tersebut juga hadir Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo, Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah, dan politikus PKS Nasir Djamil.

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menilai hasil survei lembaga-lembaga survei yang menunjukkan elektabilitas Jokowi mengungguli Prabowo sudah ketinggalan zaman.

"Saya melihat survei sudah ketinggalan zaman," seloroh Ferry setelah menjadi narasumber dalam rilis hasil survei Charta Politika di Jakarta.

Ferry mengungkapkan, pihaknya tak lagi bertolak belakang terhadap survei-survei yang dihasilkan lembaga survei tersebut. Ia mengatakan pihaknya lebih memilih mengacu pada survei yang dilakukan oleh kalangan internal Gerindra. "Kita punya survei internal," lanjutnya.

Selain itu, Ferry mengaku partainya mengacu pada big data yang telah dikantongi. Big data tersebut didapatkan dari analisis terhadap perilaku pemilih di Tanah Air.

"Big data itu bisa analisis perilaku pemilih memperlihatkan bahwa kenaikan elektabilitas Pak Prabowo, meskipun tidak drastis, tapi meningkat terus itu berbanding elektabilitas Pak Jokowi yang turunnya lebih tajam. Kita yakin," tutur Ferry.

Ferry mengungkapkan, ada beberapa indikator yang menyebabkan elektabilitas Jokowi terus menurun. Seperti, terus meroketnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. "Kalau rupiah (dolar terhadap rupiah) 14.500, nggak jadi Pilpres kali. Udah berontak rakyat," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa lembaga survei merilis hasil survei elektabilitas Jokowi dan Prabowo. Hasilnya, mayoritas lembaga survei menghasilkan elektabilitas Jokowi mengungguli Prabowo.

Lembaga survei tersebut di antaranya Litbang Kompas. Menurut survei ini, elektabilitas Jokowi ada pada angka 55,9 persen. Elektabilitas Prabowo berada pada angka 14,1 persen dalam survei teranyar tersebut.

Selanjutnya, survei Cyrus Network. Survei Cyrus dilakukan pada 27 Maret hingga 3 April. Survei Cyrus menjelaskan elektabilitas capres berdasarkan top of mind saat ini. Elektabilitas Jokowi berada di angka 58,5 persen, sedangkan Prabowo di angka 21,8 persen.

Selain itu, juga ada Indikator Politik Indonesia yang merilis hasil survei Jokowi berada di angka 51,9 persen, sedangkan Prabowo di urutan kedua dengan 19,2 persen. Dan hari ini, Charta Politika merilis elektabilitas Jokowi unggul 51,2 persen, sedangkan Prabowo 23,3 persen.

Berikut ini hasil survei Charta Politika dengan simulasi dua tokoh:

Joko Widodo (Jokowi): 58,8%

Prabowo Subianto: 23,3%

Tidak Tahu/Tidak Jawab (TT/TJ): 11,2%

Joko Widodo (Jokowi): 64,8%

AHY: 14,7%

TT/TJ: 20,5%

Joko Widodo (Jokowi): 64,4%

Anies Baswedan: 18,9%

TT/TJ: 16,7%

Joko Widodo (Jokowi): 64,6%

Gatot Nurmantyo: 18,0%

TT/TJ: 17,4%

Post a Comments
blog comments powered by Disqus