Lika-Liku Perjalanan Abraham Samad Jadi Bakal Kandidat Presiden

Comments 114 Views Views


Lika-Liku Perjalanan Abraham Samad Jadi Bakal Kandidat Presiden

SIPerubahan - Abraham Samad menegaskan kesiapannya bertarung di arena politik 2019.  Namun bakal calon wakil presiden ini dinilai tanggung. Dia melantas sebagai kandidat presiden.

Abraham turun ke lapangan dengan satu-satunya modal masa lalu. Dia merupakan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Di masanya, banyak koruptor kelas kakap negeri ini meringkuk di balik hotel prodeo.

Kehadiran Abraham meramaikan gemerlap pemilihan presiden dan wakil presiden menjadi kejutan di lain sisi. Sosok Abraham lebih terbuka, luwes, murah senyum dan lebih komunikatif. Perilakunya berubah drastis mulai dibuat serta dipoles sejak tahun lalu. Jabatan sebagai mantan ketua KPK menjadi investasi. Sisa menggenjot simpati pemilih.

Namun, pertarungan politik tertinggi bangsa ini tidak cukup dengan bekal popularitas dan elektabilitas. Lebih utama yaitu biaya politik alias uang. Sebelum bicara jauh untuk maju, pastikan dulu ketersediaan budgetmu. Mengingat perjalanan akan berliku. Anggaran harus penuh. Lebih kalau perlu.

Masyarakat pun banyak yang bertanya darimana anggaran Abraham Samad? Boleh dikatakan Abraham memang butuh sokongan dana. Publik tidak mengenalnya sebagai orang berpunya. Selain sebagai praktisi hukum, Abraham wara wiri sebagai pembicara. Sesekali diundang sebagai dosen tamu, berbicara di hadapan civitas akademika. Honornya mungkin tidak seberapa.

Ini baru langkah sosialisasi dan deklarasi di sana sini. Belum anggaran publikasi. Misalnya untuk pemasangan spanduk atau papan reklame. Tergelitik banyak dari kita yang memberikan masukan menarik.

Misalnya 1.000 baliho satu provinsi. Jadi akan ada 35 ribu yang akan disiapkan. Tiap baliho semisalnya dihargai Rp500 ribu. Silakan Jumlahkan sendiri totalnya. Bahkan gaji Abraham bila ditabung saat memimpin KPK tak akan mencukupi.Hal itu baru publikasi.

Belum lagi, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk pembentukan tim sukses, mesin politik, pasukan buzzer dunia maya dan lain-lain. Membayangkan hal itu semua, sungguh berat jika Abraham merogoh kocek pribadi.

Tidak meremehkan kemampuan finansial Abraham. Namun selama ini Abraham tidak dikenal tajir. Dia pernah buka usaha wartel tapi kerap dilempari saat jadi aktivis antikorupsi. Aktivitasnya sebagai pengacara, dulu, juga jarang ketahuan menangani kasus yang berpotensi mengubah kantongnya menuai pundi-pundi rupiah.

Hal itu berbeda dengan Gatot Nurmantyo. Gatot secara terbuka mengaku berteman dekat dengan Tomy Winata. Taipan yang seringkali menggarap bisnis di lingkungan militer itu bukan tidak mungkin akan jadi salah satu penyokong dana bila jadi maju.

Banyak masyarakat yang bertanya maukah Abraham secara terbuka mengungkapkan siapa sumber utama pendanaannya? Sebagai mantan ketua KPK, sepatutnya Abraham terbuka ke publik. Jangan sampai semangat antikorupsi yang terus disebar ternyata dibiayai oleh barisan calon-calon ‘penyamun’ di Republik ini.

Ingat, “Berani Jujur Itu Hebat” merupakan jargon yang begitu kuat saat Abraham masih berkantor di kawasan Rasuna Said. Ini penting supaya tak ada anasir yang justru  membuat pencalonannya dicibir.

Predikat besar yang disandangnya sekaligus jadi ujian pertama sebelum menghadapi kerasnya kontestasi. Antikorupsi sudah telanjur memacak di pundaknya. Gelar manggala disematkan.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus