Dekati Pencapresan, Jokowi-Megawati Intens Bertemu

Comments 29 Views Views


Dekati Pencapresan, Jokowi-Megawati Intens Bertemu

SIPerubahan - Presiden Joko Widodo bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Minggu (08/07/2018) malam. Pertemuan tersebut dinilai sebagai bukti tidak ada kerenggangan di antara keduanya.

Sekretaris Jenderal PDI P Hasto Kristiyanto menerangkan, pertemuan Presiden dan Megawati menjawab anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak. Bahkan, memisahkan Presiden dengan Mega serta partainya. Menurutnya, Jokowi dan Mega saling melengkapi satu sama lain.

"Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat. Sementara, Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila. Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian, saling melengkapi, dan bersinergi," terang Hasto dalam keterangannya, Senin (09/07/2018). 

Untuk diketahui, Mega dan Jokowi pernah bertemu sekitar sebulan lalu di tempat yang sama, tepatnya pada 12 Juni 2018 lalu. Keduanya ketika itu bertemu selama dua jam 10 menit sambil berbuka puasa bersama.

Saat membahas soal pendamping Jokowi, Megawati sempat memberikan masukan agar penetapan cawapres dilakukan dengan pertimbangan matang karena mereka akan menjadi pemimpin bangsa. Jokowi juga diminta terus melakukan kontemplasi agar benar-benar memahami aspirasi rakyat Indonesia sambil memohon petunjuk dari Tuhan YME.

Dalam pertemuan selama 1 jam 50 menit kemarin malam, Jokowi-Mega membahas sejumlah isu strategis. Permasalahan tersebut seperti, hasil kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, persiapan Asian Games 2018, serta berbagai agenda strategis bangsa dan negara.

"Termasuk pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden”, tambah Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan nama-nama bakal calon pendamping Jokowi pada 2019 sudah mengerucut. Namun, dia masih enggan menyebut kapan nama-nama tersebut diumumkan ke publik.

“Pengumuman dilakukan dalam momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi, tunggu saja dan sabar," ujar Hasto menirukan ucapan Megawati.

Masih dari penuturan Hasto, Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat. Sementara Jokowi memiliki kemampuan teknokratis serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul sekaligus terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat.

"Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian, saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia," tutupnya. (Dbs/ Foto: Kompas).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus