Dorong Jumlah Turis Muslim, Taiwan Mulai Berbenah

Comments 128 Views Views


Dorong Jumlah Turis Muslim, Taiwan Mulai Berbenah

SIPerubahan - Negara-negara di kawasan Asia Timur seperti, Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang, sudah bergerak memasuki perjalanan wisata (traveling) muslim. Hal itu didukung dengan adanya pertumbuhan penerbangan murah dan kelas menengah yang ‘booming’ di negara seperti Indonesia. 

Taiwan pun mulai berbenah diri agar mampu lebih menarik turis muslim datang ke wilayahnya. Saat ini di Negeri Formosa ini kamu bisa menjumpai berbagai restoran ayam ‘halal’ hingga hotel yang menyediakan fasilitas salat bagi pelancong muslim. 

Agar penambahan jumlah turis tercapai, Taiwan sudah menerapkan ‘Kebijakan Selatan’ (Southbound Policy) yang bertujuan meningkatkan hubungan dengan 16 negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. 

Pemerintah Taiwan berharap akan semakin banyak wisatawan yang berasal dari negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim, misalnya Indonesia dan Malaysia yang berkunjung ke Negeri Naga Kecil Asia tersebut. 

Dikutip dari laman Channel News Asia, sebuah perjalanan ke salah satu resort hot springs Taiwan di mana tercantum dalam posisi utama daftar kunjungan paling banyak turis. Yakni, Hotel Gaia di pegunungan Beitou yang terkenal dengan kolam alaminya ternyata telah mempunyai tanda arah kiblat dan jadwal salat di setiap kamar.

Selanjutnya, Minibars hotelnya pun bebas dari alkohol. Berikutnya, aneka ragam kue tak mencampurkan gelatin berbasis daging babi. Untuk mendapat sertifikasi halal, dapur hotel memisahkan antara tempat memasak dan area makan.

"Karena jumlah turis Tiongkok telah menurun, dan Asia Tenggara merupakan pasar yang cukup besar dengan banyak umat muslim. Ini adalah area yang harus terus kita jalani," ungkap manager operasi Hotel Gaia Jack Chang.

Sekedar informasi, pada tahun 2017 lalu, jumlah pelancong yang datang ke Taiwan naik 30 persen. Porsi terbesar yaitu turis dari kawasan ASEAN. Padahal di Taiwan, agama yang dianut masyarakatnya yaitu Taoisme. Jumlah penduduk muslim di Taiwan kurang dari dua persen dari 23 juta warganya. 

Tak mengherankan, bila fasilitas untuk turis muslim kurang. Maka, tak ada pilihan bagi Taiwan untuk menambah fasilitas islami demi mendorong jumlah wisatawan meningkat.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus