Jokowi Percaya Revolusi Industri 4.0 Lahirkan Banyak Lapangan Kerja

Comments 83 Views Views


Jokowi Percaya Revolusi Industri 4.0 Lahirkan Banyak Lapangan Kerja

SIPerubahan - Presiden Joko Widodo percaya bahwa dampak dari revolusi Industri 4.0 akan 3000 kali lipat dibandingkan dampak revolusi industri pertama sekitar 200 tahun yang lalu. Namun demikian, Presiden tidak mempercayai prediksi McKanzie Global Institute, bahwa Revolusi Industri 4.0 akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja sekarang sampai tahun 2030 karena diambil alih oleh robot dan mesin.

Jokowi percaya revolusi Industri 4.0 justru akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja baru daripada jumlah lapangan kerja yang hilang. “Artinya apa? Apakah revolusi Industri 4.0 ini sebuah peluang besar? Jawaban saya, “ya” kalau kita mempersiapkan, kalau kita merencanakan, dan bisa mengantisipasi ini,” tegas Presiden Jokowi ketika meluncurkan “Making Indonesia 4.0” yang merupakan roadmap atau peta jalan terkait strategi Indonesia dalam implementasi memasuki Industri 4.0, di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (04/04/2018).

Karena itu, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang dengan sangat sigap dan serius mempersiapkan road map implementasi Industri 4.0 di Indonesia, yang nantinya akan lebih dikenal dengan Making Indonesia 4.0. Jokowi menilai, nama program ini sangat tepat karena dua hal, making dapat diartikan membuat, membangun maupun mewujudkan sesuatu yang mana dalam hal ini diartikan sebagai membangun kembali perindustrian.

Yang kedua, kombinasi ‘making’ dengan ‘Indonesia’ berarti mewujudkan, membangun Indonesia ke era baru. Yaitu Indonesia 4.0, yang di dalamnya terdapat beberapa aspirasi besar untuk merevitalisasi industri Indonesia secara menyeluruh.

“Harapannya dengan mengimplementasi Industri 4.0 Indonesia dapat mencapai top 10 ekonomi global pada tahun 2030, melalui peningkatan angka ekspor netto kita kembali ke 10% dari PDB dan peningkatan produktivitas dengan adopsi teknologi dan inovasi,” tutur Presiden Jokowi seraya menambahkan, dalam aspirasi Making Indonesia 4.0 juga tercantum aspirasi untuk mewujudkan pembukaan 10 juta lapangan kerja baru di tahun 2030.

Sebagai langkah awal menjalankan Making Indonesia 4.0, menurut Presiden, terdapat lima industri yang menjadi fokus implementasi Industri 4.0 di Indonesia, yaitu makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik dan kimia. Kelima industri itu dinilai Presiden merupakan tulang punggung dan diharapkan membawa efek ungkit yang besar dalam hal daya saing dan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia di tahun 2030 mendatang.

“Mulai hari ini, Making Indonesia 4.0 saya tetapkan sebagai salah satu agenda nasional bangsa Indonesia dan Kementerian Perindustrian akan menjadi Leading Sector untuk  agenda ini,” ujar Presiden.

Selanjutnya Presiden Jokowi meminta kepada kementerian dan lembaga lainnya, pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk mendukung penuh program ini sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing demi kesuksesan dan kemajuan bangsa yang kita cintai ini.

Terlihat hadir dalam acara yang sekaligus digabung dengan acara pembukaan ‘Indonesia Industrial Summit 2018’ tersebut seperti, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus