DPR Nilai Langkah Kemenperin Tepat Pimpin Industri Mobil Listrik

Comments 75 Views Views


DPR Nilai Langkah Kemenperin Tepat Pimpin Industri Mobil Listrik

SIPerubahan - Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto menilai Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah tepat dalam memimpin pembangunan industri mobil bertenaga listrik.

Pengembangan mobil listrik bisa menjadi bagian dalam kerangka "Making Indonesia 4.0" yang baru-baru ini dicanangkan sekaligus memperoleh dukungan penuh Presiden Joko Widodo.

Menurut Dito, Kemenperin menjadikan otomotif sebagai salah satu dari lima sektor industri yang diunggulkan untuk dikembangkan.

"Kami memandang rencana pemerintah mengembangkan mobil listrik dan inisiatif 'Making Indonesia 4.0' adalah dua hal yang dapat disinergikan untuk memberikan hasil lebih optimal dengan memanfaatkan kumpulan pengetahuan, jaringan, dan pengalaman selama ini dalam membangun industri otomotif Indonesia," ujar Dito, Senin (09/04/2018). 

Di samping itu, peraturan presiden (Perpres) mengenai mobil listrik juga sudah lama di nanti. Dito pun berharap perpres itu bisa segera diterbitkan untuk menampung berbagai usulan.  

"Semoga perpres yang segera diterbitkan menampung usulan menyinergikan proyek mobil listrik dengan 'Making Indonesia 4.0,' termasuk kepemimpinannya," tuturnya. 

Masih terkait pembuatan mobil listrik bukan semata soal mengganti bahan bakar dari hasil pengolahan minyak bumi menjadi listrik. Tapi, lebih dari itu yaitu menggantikan sebagian besar material dan proses manufaktur ketimbang cara memproduksi unit-unit otomotif berbahan bakar minyak saat ini.

"Ini menjadi tantangan bagi industri otomotif Indonesia untuk mampu menjawabnya," terang Dito.

Pengembangan mobil listrik, menurut Dito, membutuhkan banyak dukungan instansi. Misalnya, Kemenperin, Kemenristekdikti, Kementerian BUMN, dan Kementerian ESDM, serta kerja sama berbagai pihak lainnya.

Perguruan tinggi (Universitas) dan lembaga riset bisa melakukan beragam riset di bidang pembuatan mobil listrik, material yang dipakai, sistem manufaktur, pendanaan hingga pemasarannya.

Kemudian, industri-industri otomotif yang selama ini telah melakukan aktivitasnya secara nyata di Tanah Air juga perlu bergabung menyukseskan rencana pengembangan mobil listrik Indonesia.

"Perlu juga mengajak pihak-pihak di luar negeri yang berpengetahuan dan berpengalaman lebih untuk bekerja sama  mendukung proyek pengembangan mobil listrik kita," katanya lagi. 

Politisi Golkar ini kembali menjelaskan, Indonesia perlu mengembangkan mobil listrik, tidak saja karena alasan mengurangi pemakaian BBM, menurunkan polusi udara termasuk emisi gas rumah kaca, atau karena ke depan warga dunia akan lebih banyak menggunakan mobil listrik.

Namun, lanjut Dito, selebihnya Indonesia sudah mempunyai pengalaman dalam pengembangan industri otomotif untuk pasar domestik maupun regional.

"Semoga mobil listrik ini segera terwujud di Indonesia, sebagai negara besar yang telah lama bercita-cita memiliki industri otomotif 'Merah Putih'-nya sendiri," tandasnya.  (Sumber: Metro TV).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus