IMF: Utang Global Capai Rekor Tertinggi Tahun Ini

Comments 15 Views Views


IMF: Utang Global Capai Rekor Tertinggi Tahun Ini

SIPerubahan - Utang global mencapai rekor baru di tahun ini. Menurut catatan Dana Moneter International (IMF), utang global saat ini mencapai 164 triliun dolar AS. Angka ini mencapai 225 persen dari gross domestic product (GDP) dunia.

“Ini merupakan rekor tertinggi utang dibandingkan tahun 2016. Mayoritas utang dilakukan oleh negara-negara maju,” terang Tobias Adrian, Financial Counsellor and Director for The Monetary and Capital Market, IMF, pada Rabu (18/04/2018).

Berdasarkan laporan IMF bertajuk Global Financial Stability Report: A Bumpy Road Ahead April 2018, kontribusi utang Tiongkok sejak tahun 2007 mencapai 43 persen atas total utang global. Adapun dalam 10 tahun terakhir, negara-negara berkembang juga turut bertanggung jawab atas kenaikan utang global tersebut.

Utang negara berkembang, lanjut Adrian, saat ini hampir 50 persen dari GDP. Di masa lalu, persentase ini diindikasikan dalam kondisi krisis.

Bahkan, untuk negara-negara maju, rasio utang terhadap GDP lebih dari 105 persen merupakan rasio yang tinggi sejak perang dunia kedua (PD II). Sementara negara-negara dengan pendapatan rendah jika dirata-ratakan dalam rasio utang global mencapai 44 persen dari GDP. Dalam analisa IMF, utang-utang negara berkembang dengan pendapatan mini, mempunyai resiko tinggi.

Di waktu bersamaan, rasio utang terhadap pendapatan juga naik, utamanya negara-negara dengan inflasi tinggi. Ini pula yang menyebabkan beban bunga juga naik berlipat sejak 10 tahun terakhir, mencul 20 persen dari pajak.

Namun demikian, dalam proyeksi lima tahun ke depan, IMF menilai rasio utang terhadap pendapatan akan turun, seiring turunnya utang dua pertiga negara di dunia.

“Namun ini dengan kondisi negara-negara tersebut menjalankan kebijakan utang yang terkontrol, dan tidak cepat puas dengan kebijakan tersebut,” ujar Tobias Adrian.

Tak hanya itu, lanjut Adrian, tahun 2018-2019, rasio utang-utang negara maju akan turun tiga perlima dari negara-negara berpendapatan rendah serta dua pertiga dari negara berkembang.

“Rasio utang di negara-negara maju akan turun semua, hanya satu negara yang menjadi pengecualian,” tandasnya, tanpa menyebut nama negara itu. (Sumber: The Guardian).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus