Banyak Pesan Mulia di Film ‘Guru Ngaji’

Comments 115 Views Views


Banyak Pesan Mulia di Film ‘Guru Ngaji’

SIPerubahan – Film ‘Guru Ngaji’ bukanlah film religi. Walaupun judulnya terdengar religius, film ini menceritakan kisah seorang guru mengaji dengan segala kompleksitas masalah kehidupannya.

‘Guru Ngaji’ menghadirkan sosok Mukri (Donny Damara) yang ingin membahagiakan istri (Dewi Irawan) dan anaknya (Akinza Chavelier) dengan cara bekerja sebagai guru mengaji sekaligus menjadi badut di sebuah pasar malam.

Namun demikian, demi menghindari tanggapan miring dari warga desa, ia menyembunyikan pekerjaan sebagai badut dari keluarga maupun tetangganya. Hanya Parmin (rekan kerjanya sesama badut, Ence Bagus) dan Koh Alung (manajer pasar malam, Verdi Solaiman) yang mengetahui profesi Mukri.

Produser film ‘Guru Ngaji’  Rosa Rai Djalal mengungkapkan, bahwa film ini bercerita tentang potret kehidupan seorang guru ngaji. Film ini ditujukan bagi anak-anak dan keluarga, sehingga para orang tua bisa memberikan pelajaran kehidupan terhadap anaknya melalui film yang dikemas dengan sentuhan komedi.

Rosa melihat fenomena di kehidupannya, dimana guru ngaji terpaksa memiliki pekerjaan lain, untuk menghidupi keluarga. Lantaran hanya sebagai guru saja tidak cukup, dengan bayaran yang tidak besar.  Menurutnya, film ini merupakan potret guru ngaji yang sering dijumpai. Menceritakan tentang perjuangan seorang guru ngaji, yang istrinya jatuh sakit dan harus rela menjadi badut di pasar malam.

Rosa melanjutkan, banyak nilai-nilai dan pesan yang ingin disampaikan oleh film ini. “Inti pesan yang mau kami bagi di film ini adalah keikhlasan, kejujuran, kerja keras, toleransi, cinta Tanah Air, dan kesetiakawanan,” katanya lagi.

Dedikasi Seorang Guru Ngaji

Di dalam penayangan perdana di XXI Epicentrum Kuningan, pada Rabu (14/03/2018) malam lalu, hadir seluruh pendukung (pemain maupun kru) film ini, mulai dari Rosa Rai Djalal yang didampingi suaminya Dino Pati Djalal,  sutradara Erwin Arnada, aktor senior Donny Damara (pemeran guru ngaji bernama Mukri) dan Dewi Irawan (pemeran istri Mukri bernama Sopiah).

Hadir juga tokoh-tokoh seperti, Fadel Muhammad (anggota DPR), Agus Muharram (Sekretaris Kemenkop dan UKM), Bahlil Lahadalia (Ketum HIPMI), artis Marcela Zalianty dan Olivia Zalianty, Wanda Hamidah, dan masih banyak lagi.

Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal menilai film ‘Guru Ngaji’ menceritakan dan menggali dedikasi seorang guru ngaji yang harus melakukan pekerjaan sebagai badut. “Nah dari sana timbul dilema, guru ngaji ini tak mau orang tahu, namun pada akhirnya ketahuan, apa yang terjadi selanjutnya, ini yang saya kira layak ditonton oleh pecinta film,” tuturnya.

“Jadi Intinya film ini berkisah dedikasi guru ngaji yang kebetulan syutingnya itu antara lain di satu desa di Sukoharjo, Boyolali, juga seluruh guru ngaji di seluruh Indonesia. Suka duka perjuangannya. Harapannya agar para  guru ngaji mendapatkan apresiasi yang lebih besar dari masyarakat, ia adalah profil sosok yang mulai dan selalau harus kita hargai,” tegas Dino.

Sementara, Sesmenkop dan UKM Agus Muharram menambahkan,  film ini memberikan motivasi dan semangat kepada para guru ngaji untuk terus berjuang secara ikhlas meski dibelenggu dengan berbagai keterbatasan khususnya dari sisi perekonomian keluarga.

“Selama ini kita kurang memberi perhatian pada mereka, padahal mereka lah sosok yang memberikan penguatan dalam hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Guru ngaji mengajarkan kita bagaimana mempelajari dan mengamalkan Alquran dan Sunah Rasul, bagaimana menjaga keseimbangan sipritual umat muslim,” kata Agus.

Para guru ngaji itu mengajarkan Alquran dan Hadits, tentunya dengan harapan mereka yang sudah mengaji bisa lebih mawas diri terhadap situasi apapun. Karena dengan telah mempelajari pegangan hidup umat muslim itu, terkandung di dalamnya ajaran mengenai, keikhlasan, kebersamaan, kepedulian yang akan memperkuat kebhinekaan Indonesia sebagai bangsa dan negara.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus