87 Juta Data Pengguna Facebook Dicuri, Ini Solusi Mudahnya

Comments 95 Views Views


87 Juta Data Pengguna Facebook Dicuri, Ini Solusi Mudahnya

SIPerubahan – Pihak kepolisian masih menyelidiki penyalagunaan data pribadi pengguna jejaring sosial Facebook di Indonesia. Meski begitu, penyidik akan memanggil perwakilan Facebook di Tanah Air untuk diperiksa. Polri pun belum memastikan jadwal pemanggilan.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan, hingga saat ini polisi belum menerima laporan dari masyarakat terkait kebocoran data pengguna Facebook.

"Terkait pencurian data, kami belum mendengar adanya laporan," ujar Setyo, di Mabes Polri Jakarta, baru-baru ini.

Untuk diketahui, terdapat indikasi kebocoran satu juta data pengguna Facebook dari Indonesia dalam kasus Cambridge Analytica.  Indikasi itu muncul pasca dilaporkan adanya pencurian 87 juta data penggunanya. Antara lain, 71 juta pengguna Facebook warga Amerika Serikat oleh Cambridge Analytica.

Jumlah pengguna Facebook di Indonesia yang mengakses media sosial itu setiap bulan diperkirakan lebih dari 115 juta orang, dari 2,07 miliar orang yang mengakses Facebook setiap bulan seluruh dunia.

Walaupun Cambridge Anlytica menyasar pengguna Facebook Negeri Paman Sam untuk kemenangan Trump, tetapi pengguna Facebook Indonesia pun ikut kecolongan. Menurut data yang dibagikan Newsroom Facebook, terdapat 1.096.666 data pengguna Facebook di Indonesia, dicuri Cambridge Analytica.

Pertanyaannya bagaimana mengetahui apakah akun kita ikut dicuri atau tidak?

Sebuah notifikasi akan muncul di atas Newsfeed Facebook pengguna, lengkap dengan tombol baru untuk mengubah pengaturan privasi, per tanggal 9 April 2018.

Informasi tersebut akan muncul di akun pengguna yang terdeteksi dicuri oleh Cambridge Anlytica, maupun tidak. Jika akun Anda terdampak, notifikasi akan memunculkan tombol "See How You're Affected" yang bisa ditekan untuk mendapatkan informasi selanjutnya.

Bila akun Facebook Anda aman, tombol lain bertajuk "Go To Apps and Websites". Tampilan notifikasi yang akan muncul berbeda untuk tiap penggunanya. Untuk akun yang datanya dicuri, notifikasinya bisa dilihat dari gambar di bawah ini, di sisi kanan.

Namun demikian, jika akun kamu aman dari Cambridge Analytica, tampilan notifikasinya akan muncul seperti pada gambar sebelah kiri. Fitur ini juga berfungsi untuk menunjukkan kepada pengguna aplikasi mana saja yang mereka pakai dan informasi pribadi seperti apa yang diakses oleh aplikasi-aplikasi tersebut.

Jika sudah tak lagi diinginkan, pengguna bisa menghapus aplikasi yang yang tidak diinginkan. Facebook turut menjelaskan langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.  Secara garis besar yaitu dengan membatasi akses data pengguna Facebook melalui API (application programming interface), untuk digunakan di aplikasi lain seperti Instagram maupun pihak ketiga.

Facebook juga mengubah mekanisme fitur pencarian akun dengan mengetikan nomor telepon atau alamat e-mail melalui layar login. Hal tersebut dinilai sering disalahgunakan sekaligus membahayakan data pengguna. Contohnya, orang lain yang berkedok pura-pura lupa password, selanjutnya si pemilik akun tiba-tiba mendapat SMS berisi kode reset password.

Riwayat telepon atau call history untuk orang-orang yang dikontak pengguna melalui aplikasi Messenger atau Facebook Lite di Android, juga akan rutin dihapus setelah berumur setahun. Server Facebook juga hanya akan menerima data yang memang dibutuhkan untuk menjalankan fitur ini saja, bukan informasi detail seperti waktu panggilan.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus