Presiden Jokowi: “Industri Fesyen Muslim Punya Masa Depan Cerah”

Comments 58 Views Views


Presiden Jokowi: “Industri Fesyen Muslim Punya Masa Depan Cerah”

SIPerubahan- Fesyen menjadi salah industri yang juga harus terus bergerak mengikuti gaya hidup masyarakat yang melaju cepat. Karena itu, Presiden Joko Widodo menilai industri fesyen sebagai bagian dari Industri kreatif di Indonesia, mempunyai potensi yang besar untuk terus tumbuh dan mampu menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.

“Industri kreatif, termasuk industri fesyen muslim punya masa depan yang cerah. Karena saat ini kita hidup di era teknologi, era keterbukaan, era kompetisi, dan era lifestyle," terang Jokowi dalam pembukaan acara Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2018 yang digelar pada tanggal 19-22 April 2018 di area Main Lobby & Plenary Hall, Jakarta Convention Center.

Menurut Jokowi, industri kreatif termasuk fashion memiliki peran penting lantaran mempunyai masa depan yang cerah. Alasannya, sebagai negara yang sedang bertumbuh pesat, Indonesia memiliki semakin banyak masyarakat kelas menengah. Masyarakat kelas ini, kata presiden, mempunyai kesadaran tinggi dengan busana sebagai bagian dari gaya hidup.

"Saat ini ratusan juta orang di Asia, di Amerika Selatan di Afrika, Timur Tengah, termasuk di Asia Tenggara dan Indonesia sendiri sedang dalam proses naik kelas. Bergabung kepada yang namanya kelas menengah atau middle class yang penuh dengan gaya hidup, yang penuh dengan lifestyle," tutur Jokowi.

Saat ini, lanjut Jokowi, tinggal bagaimana masyarakat mengembangkan industri fesyen sehingga Indonesia menjadi pusat busana muslim dunia dan memiliki ciri khas. "Kalau Arab, Turki, Timur Tengah punya ciri khas, kita juga harus menampilkan ciri khas Indonesia lewat busana,” tegasnya.

Masih dari penuturan Jokowi, industri fesyen busana muslim sudah melekat dengan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Hal itu terbukti dengan banyaknya pujian dari dunia internasional mengenai keindahan desain busana muslim dari Indonesia.

"Setiap kali saya keliling dunia, banyak bertemu dengan orang, selalu mereka menyampaikan kepada saya bahwa busana muslim desain dari Indonesia sangat luar biasa. Sekarang tinggal kita bagaimana mengembangkan ini supaya Indonesia bisa menjadi pusat busana muslim dunia," paparnya menutup pembicaraan.

Ekspor Fashion

Sementara itu masih di tempat yang sama, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan, nilai ekspor produk fashion nasional pada 2017 mencapai 13,29 miliar dolar AS (atau sekitar Rp138 triliun). Yang mana jumlah tersebut naik sebesar 8,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi kiblat fashion muslim di dunia," kata Airlangga.

Saat ini industri busana muslim diproyeksikan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang dari total 3,8 juta tenaga kerja industri fashion. Indonesia sendiri menempati peringkat lima besar dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebagai pengekspor fashion muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan.

Airlangga pun meyakini dalam kurun beberapa waktu terakhir industri busana muslim di Indonesia terus naik. Hal itu seiring semakin luasnya pasar komoditas fashion tersebut dan meningkatnya jumlah penduduk muslim di dunia.

Maka Airlangga menargetkan ekspor busana muslim Indonesia bisa meningkat sebesar 10 persen pada 2018. Ia berharap industri busana muslim di Indonesia semakin tumbuh dan berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor fashion serta perekonomian nasional.

Sekedar informasi, MUFFEST kali ini merupakan acara yang ketiga kalinya digelar di Tanah Air. Perhelatan akbar untuk modest wear ini diadakan selama tiga hari pada 19-22 April 2018. MUFFEST 2018 mengusung misi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah dan pusat inspirasi industri busana muslim dunia dengan mengoptimalkan kekuatan budaya lokal pada 2020 mendatang.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus