Dinanti Umat Islam, ‘Tamu Istimewa’ Bulan Ramadan Datang

Comments 102 Views Views


Dinanti Umat Islam, ‘Tamu Istimewa’ Bulan Ramadan Datang

SIPerubahan - Tinggal menghitung hari, tamu istimewa nan mulia itu akan segera datang menghampiri kita. Bulan Ramadha, bulan yang sangat dinanti oleh umat Islam. Bulan di mana setiap harinya penuh dengan ampunan dari Allah SWT.

Bulan istimewa di mana Allah SWT melipat gandakan amalan ibadah hamba-Nya. Bulan yang mulia di mana Allah SWT mengharamkan bagi siapa saja untuk tidak mengotorinya dengan kemaksiatan.

Kita semua harus bergembira dengan sepenuh hati akan datangnya Ramadan yang penuh berkah dan ampunan ini. Rasa gembira dan suka cita ini harus muncul sebagai cerminan ketakwaan yang ada dalam hati dan sebagai ketundukan akan perintah Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT, dalam surat Al Baqarah : 183

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."

Dalam menyambut tamu agung yang istimewa ini tentunya kita harus mempersiapkan diri dengan berbekal ilmu seputar Ramadan. Ramadan bukan sebuah amalan rutinitas belaka yang dilalui seperti bulan-bulan biasa, hanya menahan lapar dan haus atau hanya mengganti jadwal makan saja.

Sungguh mengherankan jika ada sebagian kaum muslimin yang justru merasa berat dengan hadirnya Ramadan, merasa bahwa Ramadan mengekang segala kebebasan dan kemerdekaannya. Tentu saja hal tersebut bukan cerminan akan ketakwaan justru cerminan jiwa-jiwa yang lemah dan sakit.

Bergembira menyambut ramadhan bukan seperti anak kecil yang mendapatkan baju baru dan uang di Hari Rayanya. Lebih dari itu seorang muslim harus memunculkan rasa gembira dan sukacita datangnya bulan Ramadan merupakan sebagai bulan yang penuh ampunan dari Allah SWT. Paginya.. siangnya.. sorenya.. malamnya.. Allah SWT membentangkan ampunan-Nya bagi hamba-Nya yang meminta ampunan.

Inilah yang membuat kita bersuka cita lantaran mendapat kesempatan untuk mensucikan diri kita. Maka marilah kita menjalankan ibadah di dalamnya dengan penuh iman dan mengharapkan ampunan-Nya, serta memperbanyak istighfar, agar benar-benar Ramadan ini menjadi bulan pengampunan.

Ramadan sebagai bulan kebaikan yang menakjubkan, sebagaimana Hadits Rasulullah SAW: “(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu Neraka, setan-setan dibelenggu. Dan berserulah Malaikat : Wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya Ramadan” (HR. Ahmad).

Bulan Ramadan inilah orang-orang berbondong-bondong dengan penuh semangat meraih pahala kebaikan. Maka perbanyaklah amalan ibadah salat berjamaah, salat tarawih, qiyamullail, tilawah Alquran dan sedekah.

Bulan Ramadan menjadi bulan istimewa di mana Allah SWT banyak menjanjikan pahala kemuliaan bagi kita semua melalui amal-amal yang ada di dalamnya. Itulah yang membuat kita gembira dan sukacita karena setiap amal mempunyai keutamaannya masing-masing.

Khususnya kita bergembira karena di dalam Ramadan ada satu malam yang mulia, yaitu Lailatul Qadar yang bernilai melebihi seribu bulan. Ini menjadi kesempatan yang sungguh kita impikan, untuk mendapatinya dengan memperbanyak ibadah pada malam tersebut.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan dan kemudahan bagi kita untuk dapat menjamu tamu agung nan mulia yaitu bulan Ramadan. Amin.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus