Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadan

Comments 9 Views Views


Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadan

SIPerubahan - Puasa termasuk dalam Rukun Islam serta wajib dilakukan oleh umat Islam. Puasa adalah aktivitas menahan makan dan minum, serta menghindari berbagai tindakan yang membatalkan puasa.

Puasa selain sebagai bentuk ibadah kepada Sang Pencipta, ternyata juga merupakan aktivitas yang bisa meningkatkan kondisi kesehatan. Banyak penelitian ilmiah yang telah membuktikan bahwa puasa memiliki banyak kelebihan untuk kesehatan manusia.

Menariknya tidak hanya umat muslim saja yang merasakan manfaat berpuasa, banyak pula umat non muslim yang melaksanakan metode berpuasa untuk kesehatan mereka. Bahkan berbagai penelitian tentang khasiat berpuasa kebanyakan dilakukan oleh banyak ilmuwan non muslim.

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menjalani ibadah puasa mulai subuh hingga magrib sepanjang bulan Ramadan selama 30 hari. Ramadan kali ini jatuh di musim panas yang membuat matahari terbit lebih awal dan terbenam lebih lambat sehingga masa puasa mencapai 18 jam lebih dan akan mendekati 19 jam pada akhir Ramadan mendatang.

Sedangkan di Norwegia, waktu antara subuh dan maghrib itu sekitar 20 jam setiap harinya jadi kamu tidak makan dan minum sepanjang itu dalam waktu 30 hari. Namun apakah puasa bagus bagi kesehatan? Inilah yang terjadi pada tubuh manusia jika berpuasa selama 30 hari.

Tiga Hari Awal

Secara teknis, tubuh manusia tidak berada dalam `kondisi berpuasa` sampai sekitar delapan jam setelah mengonsumsi makanan terakhir. Masa sekitar delapan jam itulah usus selesai berhenti menyerap gizi dari makanan yang dikonsumsi.

Setelah itu maka tubuh manusia mulai mengandalkan glukosa yang disimpan di hati dan otot untuk memberi energi. Selanjutnya, ketika cadangan glukosa itu habis, maka lemak tubuh yang menjadi sumber energi bagi manusia.

Ketika tubuh mulai membakar lemak, akan mendorong pengurangan berat badan, tingkat kolesterol menurun, dan juga memperkecil risiko diabetes. Tapi menurunnya kadar gula darah juga menyebabkan tubuh melemah dan kelesuan, sehingga kamu mungkin menderita sakit kepala, pusing, mual-mual, dan mulut berbau. Hal itu terjadi ketika tingkat kelaparan kamu sedang pada masa terberatnya.

Hari 3-7: Waspada Dehidrasi

Ketika tubuh kamu mulai terbiasa dengan puasa, maka lemak akan diuraikan dan diubah menjadi gula darah. Asupan cairan yang berkurang selama masa puasa harus diisi ulang pada masa selang antara puasa lantaran kalau tidak keringat bisa menyebabkan dehidrasi.

Sementara makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung kadar `makanan berenergi` yang tepat, seperti karbohidrat dan lemak. Juga penting untuk menjaga keseimbangan gizi, dengan mengonsumsi protein, garam, dan tentu saja air.

Hari 8-15: Terbiasa

Di tahap ketiga ini, kamu sudah bisa melihat peningkatan karena tubuh mulai menyesuaikan diri dengan puasa. Seorang konsultan kedokteran dari Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridge, Dr Razeen Mahroof menjelaskan ada beberapa manfaat lain dari puasa.

"Dalam kehidupan sehari-hari yang biasa, kita sering makan terlalu banyak kalori, yang bisa mencegah tubuh untuk melakukan tugas-tugas lain dengan baik, seperti menyembuhkan diri sendiri,” tuturnya.

"Hal itu diperbaiki pada masa puasa, dengan memungkinkan tubuh untuk mengalihkan perhatian ke fungsi-fungsi lain. Jadi puasa bisa memberikan manfaat baik bagi tubuh kamu dengan memfasilitasi penyembuhan sendiri dan juga mencegah serta memerangi infeksi," lanjut Dr Mahroof.

Hari 16-30: Detoksifikasi

Di setengah masa terakhir Ramadan, tubuh sudah sepenuhnya teradaptasi dengan proses puasa. Usus besar, hati, ginjal, dan juga kulit menjalani periode detoksifikasi atau penetralan racun di dalam tubuh.

"Bagi kesehatan, di tahap ini, organ tubuh seharusnya sudah berfungsi pada kapasitas maksimum. Ingatan dan konsentrasi Anda mungkin meningkat dan Anda juga mungkin memiliki tenaga lebih banyak," jelas Dr Mahroof.

"Tubuh Anda tidak lagi berpaling pada protein untuk energi. Hal tersebut terjadi ketika berada dalam `kelaparan` dan menggunakan otot untuk tenaga, yang terjadi pada puasa panjang yang berkelanjutan selama sejumlah hari dan Minggu,” ujarnya.

"Karena puasa pada bulan Ramadan berlangsung dari subuh hingga maghrib, cukup menjadi kesempatan untuk mengisi kembali tubuh kita dengan makanan dan cairan penghasil tenaga."

Jadi apakah puasa baik buat tubuh kita?. Ya, kata Dr Mahroof, namun dengan satu kondisi. "Puasa bagus buat kesehatan kita karena membantu kita untuk memusatkan perhatian pada apa dan kapan kita makan. Masa puasa satu bulan mungkin baik namun tidak disarankan untuk berkelanjutan,” ujarnya menutup pembicaraan.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus