Belajar Dari Kasus Ijazah Palsu JR Saragih

Comments 170 Views Views


Belajar Dari Kasus Ijazah Palsu JR Saragih

SIPerubahan - Politisi Partai Demokrat Jopinus Ramli Saragih sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat atas dugaan legalisasi ijazah palsu. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan informasi tersebut.

Penindakan hukum tersebut dilakukan Sentra Gakkumdu yang terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan, dan pengawas pemilu. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan bahwa pihaknya akan menghentikan sementara proses hukum terhadap calon kepala daerah

Namun, menurut Irjen Setyo, proses hukum terhadap JR Saragih tidak bertentangan dengan sikap Polri. “Kan ini masuk dalam tindak pidana pemilu. Maka tidak masalah diproses,” ujar Setyo, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Setyo, ada pengecualian menahan proses hukum terhadap calon kepala daerah, yakni terkait kasus pelanggaran pemilu dan operasi tangkap tangan. Lagipula, JR Saragih belum resmi ditetapkan sebagai calon kepala daerah. JR Saragih dinyatakan gagal sebagai peserta Pilkada Sumatera Utara karena diduga legalisasi ijazahnya palsu.

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPUD Sumatera Utara Mulia Banurea mengungkapkan, JR Saragih tidak melengkapi fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir. Berdasarkan peraturan yang ada, JR Saragih tidak bisa ditetapkan sebagai pasangan calon. JR Saragih pun menggugatnya ke Bawaslu.

Selanjutnya, Bawaslu Sumut mengabulkan permohonan JR Saragih atas gugatan terhadap KPU Provinsi Sumatera Utara terkait legalisasi fotokopi ijazah SMA itu. Namun, KPU menyatakan bahwa pasangan JR Saragih-Ance Selian saat ini masih berstatus tidak memenuhi syarat (TMS).

Putusan tersebut hanya meminta JR Saragih melegalisasi ijazahnya kembali ke Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat. Dengan dijadikannya JR Saragih sebagai tersangka kasus dugaan legalisasi ijazah palsu, maka semakin sulit peluang JR Saragih untuk berkompetisi di Pilkada.

Dua Hal Tidak Boleh Dipalsukan

Kasus JR Saragih menjadi topik pembicaraan hangat  warganet. Pasalnya, pria berumur 49 tahun yang maju sebagai kandidat Gubenur Sumut dalam Pilkada 2018 mendatang diduga mempunyai ijazah palsu.

Kasus ini menjadikan JR Saragih dijadikan tersangka dan dianggap mempunyai peluang kecil untuk maju apalagi memenangkan Pilkada mendatang. Pemalsuan ijazah bukan satu-satunya hal yang tidak boleh kamu palsukan. Tapi dua hal ini juga tidak boleh kamu bohongi.

1. Nama

Di dunia yang sudah semakin canggih dan melek internet, nama kamu sudah tercatat di berbagai medium. Ini belum menghitung media sosial yang telah kamu gunakan dan interaksi sosial antara teman-temanmu. Jika kamu berencana untuk mengubah nama, kamu akan menyalahi undang-undang di Tanah Air.

2. Tempat dan tanggal lahir

Kamu juga tidak boleh memalsukan baik tanggal dan tempat kelahiranmu. Di dunia yang teknologinya sudah semakin maju, menjadi seorang yang 'asli' butuh sebuah sikap dan komitmen yang tinggi. Apalagi sudah banyak jalan untuk memalsukan segala hal, termasuk ijazah pendidikan yang telah dilakukan oleh JR Saragih.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus