Indonesia Kehilangan Cerpenis Kebatinan, Selamat Jalan Sastrawan Danarto…

Comments 128 Views Views


Indonesia Kehilangan Cerpenis Kebatinan, Selamat Jalan Sastrawan Danarto…

SIPerubahan - Indonesia kehilangan sastrawan besarnya, Danarto, yang menghembuskan nafas terakhir dalam usia 77 tahun di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/04/2018) malam. Almarhum meninggal dunia akibat ditabrak sepeda motor di wilayah Kampung Utan, Ciputat, Tangerang.

Setelah dari rumah duka RS Fatmawati, sastrawan kelahiran Sragen Jawa Tengah 27 Juni 1940 ini dimakamkan di kampung halamannya di Kota Sragen, Jawa Tengah, hari ini Rabu (11/04/2018). Hal ini diungkapkan oleh koleganya, aktris drama dari Teater Koma, Sari Madjid.

Semasa hidupnya, Danarto dikenal masyarakat melalui karyanya berupa cerpen. Ia berani mendobrak pakem-pakem membuat cerpen di masa lalu. Dalam hal ini bukan berupa tema, melainkan bentuk penyajian cerpen yang ia buat. Misalnya dengan memasukkan unsur karya seni lain seperti puisi, musikal, dan seni lukis. Bagi banyak pihak ia dianggap sudah membuat bentuk baru dalam kesusastraan Indonesia.

Imajinasi Danarto dalam membuat cerpen kental dengan kiasan kebatinan. Kritikus sastra ini memposisikan sebagai cerpenis kebatinan atau sufi berpaham Wahdatul Wujud. Karya cerpennya yang terkenal yaitu kumpulan cerpen “Godlob”. Kemudian ada pula kumpulan cerpen lainnya, Adam Ma'rifat, yang memenangkan Hadiah Sastra 1982 dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Danarto juga dikenal sebagai seniman serba bisa. Sebab ia dikenal lihai dalam seni lukis sejak muda. Ketika kuliah ia pernah bergabung dengan Sanggar Bambu yang dipimpin oleh pelukis Sunarto Pr.

Selanjutnya, Danarto juga aktif di dunia teater serta menggelar pementasan hingga ke luar negeri. Ia pernah mengelilingi Eropa dan Asia pada 1974 bersama Teater Sardono. Ketika itu ia bergabung sebagai art-director teater untuk pagelaran tari "Dongeng Dari Dirah" dalam rangka ‘Festival Fantastique’.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus