Jokowi Dikerubungi Anak Papua Hingga Gelar Panglima Perang Asmat

Comments 91 Views Views


Jokowi Dikerubungi Anak Papua Hingga Gelar Panglima Perang Asmat

SIPerubahan - Medan yang berat di Kabupaten Asmat menjadikan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) harus menggunakan sepeda motor listrik untuk menuju lokasi yang dituju. Dengan hujan-hujanan, Jokowi berboncengan dengan sang istri, Iriana Joko Widodo.

Gaya Jokowi yang berkeliling menggunakan sepeda motor listrik menarik perhatian warga. Sambutan demi sambutan dilakukan saat bertemu dengan Jokowi. Ada yang sekadar melambai serta memanggil, ada yang menyambut dengan tari-tarian tradisional, dan ada pula yang langsung mencegat Jokowi di tengah jalan.

Cara yang terakhir dilakukan sekumpulan anak SD di Asmat. Mereka langsung mencegat Jokowi hanya untuk sekadar menyalami dan menyampaikan satu dua harapan mereka untuk kesejahteraan yang lebih baik. Jokowi dan Iriana pun terlihat menyambut keberanian anak-anak tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi memboncengi ibu negara Iriana dengan motor listrik berwarna merah menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat yang berjarak 2,8 kilometer.

Begitu tiba di aula, presiden dan ibu negara Iriana menyaksikan langsung pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu-ibu. Selanjutnya, mereka berdialog dengan para ibu, bahkan beberapa kali Presiden menggendong anak-anak.

Dari aula tersebut, presiden dan ibu negara Iriana melanjutkan perjalanan dengan motor listrik berwarna merah menuju proyek infrastruktur di Kampung Kayeh. Di tempat itu tengah dibangun berbagai proyek infrastruktur untuk Kabupaten Asmat seperti jembatan gantung.

Ketika menuju proyek ini, presiden harus mengendarai motor listrik itu melewati jembatan panjang yang terbuat dari kayu dan hanya memiliki lebar tidak lebih dari tiga meter. Ketika sedang menuju proyek infrastruktur, presiden dan ibu negara Iriana disambut tari-tarian oleh warga.

Setelah meninjau Kampung Kayeh, presiden dan ibu negara Iriana bersama rombongan menyeberangi sungai ke lokasi pembangunan 114 unit rumah khusus yang telah dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp19,9 miliar di Kampung Amanamkai, Distrik Atjs dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit dengan menggunakan speed boat.

Tercatat tahun ini dibangun kembali sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di empat kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit).

Salah satu penyebab penduduk enggan berpindah ke lokasi rumah khusus yang sudah dibangun adalah belum adanya jembatan penghubung antarkampung yang terpisahkan sungai.

Karena itu, akan dibangun empat jembatan gantung dengan anggaran Rp 46 miliar berlokasi di Kampung Syuru Baru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum Distrik Der Koumor (72 meter), Kampung Hainam Distrik Pantai Kasuari (120 meter), dan Kampung Sawaerma (96 meter).

Jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diperbaiki dengan jalan beton dengan teknologi pracetak sepanjang sekitar 12 km dengan lebar rata-rata 4 meter.

Menariknya, dari kunjungan presiden yaitu suku Asmat Papua, sempat memberikan gelar khusus untuk Presiden Jokowi. Gelar yang diterima Jokowi yaitu Panglima Perang. "Besar harapan kami, bapak Panglima Perang membawa masa depan yang lebih baik," demikian kata Wakil Bupati Asmat Thomas E Safano saat menerjemahkan pesan dari tetua adat Suku Asmat di Pelabuhan Agats, Asmat, Papua.

Dalam pemberian gelar ini, Jokowi juga mendapatkan dayung berhias dan noken khas suku Asmat. Dayung itu sendiri merupakan simbol kepemimpinan Panglima Perang dalam mendayung perahu rakyat suku Asmat. "Kami serahkan noken dan dayung berhias ini. Dayung adalah simbol kepemimpinan. Agar Bapak Presiden dapat mendayung kapal republik ini ke arah yang lebih baik," tandas Thomas.

 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus