Kiat Generasi Milenial Punya Rumah Baru

Comments 80 Views Views


Kiat Generasi Milenial Punya Rumah Baru

SIPerubahan - Sebagian besar dari generasi milenial terancam tidak dapat punya rumah. Harga tanah yang semakin tinggi serta terbatas dan juga tidak sebanding dengan gaya hidup yang dilakoni oleh milenial, menjadi alasan utamanya.

Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung mengungkapkan, bahwa sesungguhnya generasi milenial mampu untuk membeli rumah atau apartemen. Selain itu, milennial belum merasa penting untuk mengalokasikan pendapatan untuk membeli rumah baru. 

Untung memaparkan, kebiasaan milenial membeli kopi atau sekadar berkumpul di gerai kopi favorit sering menjadi pengeluaran tak ternilai namun juga dikalkulasikan bersama sangat besar.

“Simulasi satu cangkir kopi itu rata-rata harganya Rp40 ribu, kalau dihitung beli satu kali sehari tapi sebulan 30 hari, berarti sebulan Rp1,2 juta uang yang dihabiskan untuk kopi, setahun Rp14,4 juta, tiga tahun Rp50 juta sekian, bisa jadi DP (down payment) apartemen,” terang Untung, di Jakarta, Rabu (25/04/2018).

Masih dari penuturan Untung, dengan Rp50 juta, jika dengan DP sebesar 20 persen maka bisa membayar untuk apartemen dengan kisaran harga Rp250 juta hingga Rp300 juta yang terletak di pinggir Jakarta.

“Rp40.000 sekali memang tidak akan terasa, banyak yang bilang ini tidak akan bikin mereka bisa beli apartemen, tetapi kalau rutin sampai tiga tahun, ini baru ngomong kopi doang belum yang lain, belum ditambah rokok, bioskop, gym, traveling, konser, dan sebagainya,” ujar Untung.

Selanjutnya Untung mensimulasikan dengan tabungan dari gaji yang dimulai pada umur 25 tahun jika gaji pertama sebesar Rp4 juta dengan asumsi kenaikan 10 persen per tahun yang kemudian ditabung secara konsisten sebesar 30 persen dan dibuat beberapa skenario.

Jika hasil tabungan dikumpulkan hingga usia 55 tahun, maka dapat terkumpul hingga mencapai Rp6 miliar dengan konsisten menabung tanpa menggunakan tabungan tersebut.

Lalu jika tabungan dipakai untuk traveling, di tahun pertama tabungan dipakai Rp10 juta untuk traveling, lalu budget naik 10 persen setiap tahunnya. Hasil dari tabungan masih cukup besar, namun tetap tidak membuat dapat membeli rumah karena harga rumah terus naik.

Skenario terakhir, jika tabungan dipakai untuk membeli rumah, dalam waktu tiga sampai empat tahun sudah dapat digunakan sebagai DP rumah atau apartemen. Untung menuturkan bahkan jika sudah terbeli rumahnya, aset harta dan properti bisa bernilai Rp15 miliar hanya dengan menabung 30 persen dari setiap tabungan pendapatannya.

“Seandainya orang bisa menyisihkan seperti ini sebenarnya banyak yang bisa dilakukan, termasuk membeli rumah,” ujar Untung menutup pembicaraan.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus