Berduka Cita Atas Gugurnya Lima Pahlawan Anti Teror…..

Comments 279 Views Views


Berduka Cita Atas Gugurnya Lima Pahlawan Anti Teror…..

SIPerubahan - Lima anggota Polri gugur dan satu tahanan tewas dalam kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Salemba (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (08/05/2018) malam.

"Kami sampaikan bahwa insiden ini memakan korban jiwa, ada lima rekan kami gugur," demikian kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (09/05/2018) kemarin.

Sedangkan, satu orang lain yang tewas merupakan narapidana teroris. Pihak keamanan terpaksa menembak mati teroris itu karena merebut senjata polisi.

Berikut identitas lima polisi dan satu tahanan yang tewas berdasarkan data yang bersumber dari pihak kepolisian:

1. Bripka Denny Setiadi

Rumah duka di Jalan krmaat 3E  No 46 RT 08 RW 010 Lubang Buaya Cipayung, Jakarta Timur

2. Ipda ros puji

Rumah duka di Perumahan Bukit Waringin Blok K4 No 3 RT 07 RW 05 Kelurahan Sukma Jaya Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor

3. Briptu Fandi Setyo Nugroho

Komplek Perumahan Jati Rangga

4. Syukron Fadli

Komplek TNI AD 3 RT 004  RW 006 Cakung Barat

5. Wahyu Catur

Kamulyan RT 002  RW 002 Kuwarasan Kebumen

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarat Divisi Humas Polri Brigjen M. Iqbal mengimbau peristiwa di Mako Brimob tak dibesar-besarkan. Iqbal mengajak segenap elemen serta seluruh pihak, terutama masyarakat bekerja sama dengan penegak hukum untuk terus memberantas aksi teror.

“Ini tujuan teroris untuk menyebar ketakutan, bersama-sama kita akan memerangi aksi teroris,” jelasnya menegaskan.

Iqbal pun meminta kepada masyarakat agar tidak mempercayai isu terkait dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mengklaim sebagai dalang. Di media sosial (medsos) beredar informasi mengenai keterlibatan ISIS melalui jaringannya di Indonesia, yakni Jamaah Anshar Daulah (JAD).

“Bahwa apa yang diklaim oleh si A, si B dari luar itu sama sekali tidak benar. Bahwa pemicunya adalah hal sepele. Pemicunya adalah masalah makanan, yang sesuai SOP harus diverifikasi dengan kami apakah ada barang lain. Itu terjadi keributan dan cekcok,” kata Iqbal.

Pahlawan Anti Teror

Terpisah, pemerintah diminta untuk menobatkan polisi yang gugur dalam tragedi bentrokan narapidana teroris dengan petugas kepolisian di Rumah Tahanan cabang Salemba Kelapa Dua Depok, sebagai pahlawan anti teror.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Generasi Muda Mathla'ul Anwar (DPP GEMA MA) Ahmad Nawawi di Jakarta, Rabu (09/05/2018)  menuturkan Presiden RI Joko Widodo layak memberikan penghargaan kepada para korban polisi dalam tragedi tersebut.

"Kami mengusulkan agar lima polisi yang gugur dinobatkan oleh pemerintah  sebagai Pahlawan Anti Teror sebagai bentuk penghormatan negara pada prajurit yang gugur dalam bertugas," katanya.

Pihaknya menyatakan prihatin atas tragedi kerusuhan narapidana tindakan teroris yang merampas senjata polisi dan telah merenggut nyawa lima polisi.

Lanjutnya, hal terpenting saat ini yaitu mengusut akar persoalan tragedi penyerangan yang memungkinkan melibatkan aparat kepolisian yang berperilaku indisiplener itu.

Di samping juga mencegah kasus serupa pada lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan lain yang memiliki narapidana tindak terorisme.

"Kami menghimbau masyarakat luas khususnya umat Islam agar terus bergotong-royong dengan Polri bekerja bersama menjaga perdamaian dan kerukunan di masyarakat," tandasnya.

Segenap redaksi SIPerubahan turut berbela sungkawa atas gugurnya lima personel kepolisian di rumah tahanan cabang Salemba, Mako Brimob Depok. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT. (Sumber foto: Tempo)

Post a Comments
blog comments powered by Disqus