Potret Haru Lima Polisi yang Gugur di Mako Brimob

Comments 309 Views Views


Potret Haru Lima Polisi yang Gugur di Mako Brimob

SIPerubahan - Kepolisian Republik Indonesia merilis nama-nama anggota kepolisian yang gugur dalam kerusuhan di Rumah Tahanan cabang Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Empat orang tersebut merupakan anggota Satuan Detasemen Khusus 88 Antiteror dan satu lagi anggota Polda Metro Jaya.

Kelima anggota yang gugur itu antara lain Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, Briptu Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

Fandy, Syukron, Wahyu, Yudi merupakan anggota Densus 88. Sedangkan Denny anggota Polda Metro Jaya yang tergabung dalam satuan khusus antiteror tersebut. Sedangkan, satu polisi yang disandera adalah Brigadir Kepala Iwan Sarjana yang berhasil selamat.

Sosok Sederhana dan Peduli Warga

Briptu Fandy Setyo Nugroho gugur dalam kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Semasa hidup, Fandy dikenal sebagai sosok yang ramah. "Orangnya sering nyapa, baik banget. Orangnya sederhana. Dia kalau berangkat nggak pernah pakai seragam, pakai baju biasa saja," kata tetangga Almarhum, Batari Simamora, di rumah duka kompleks Polri, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi.

Batari menceritakan Fandy juga kerap berbaur dalam kegiatan RT/RW. Dia juga sering berkumpul dengan warga."Orangnya sering banget ngumpul bareng warga lain. Kegiatan RT/RW dia selalu berbaur," katanya lagi.

Pernah Bertugas di KPK

Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto pernah ditugasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antikorupsi itu pun turut berduka. "Kami turut berduka atas gugurnya almarhum Iptu Yudi Rospuji Siswanto. Almarhum adalah anggota Polri yang ditugaskan di KPK untuk pengamanan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Terpisah, Karopenmas Mabes Polri Brigjen (Pol) Muhammad Iqbal menerangkan bahwa putera keempat Iptu Yudi lahir pada Kamis (10/5). Iqbal mewakili institusi Polri mengucapkan selamat dan berharap putera Yudi menjadi anak yang saleh dan berbakti bagi nusa bangsa.

Rendah Hati dan Mudah Bersahabat

Keluarga tidak ada yang menyangka Bripka Denny Setiadi akan berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa secara mendadak di tengah tragedi Mako Brimob. Dewi Lukmianti (32), dengan kondisi yang masih berduka cita, menceritakan sosok saudara kembarnya itu yang selalu rendah hati.

Meski di tengah kesibukannya sebagai anggota pasukan elite kepolisian, Denny selalu menyempatkan diri berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Denny juga kerap bermain bersama anaknya dan terlihat sangat menyayangi sang anak.

"Beliau selalu berusaha sebisa mungkin kumpul makan-makan, nyenengin keponakan-keponakan, ketemu, kumpul-kumpul," ujar Dewi ditemui di rumah duka di Cipayung Jakarta Timur.

Menurut Dewi, saudara kembarnya itu merupakan sosok kebanggaan keluarga lantaran sudah melanjutkan impian sang ayah yang menginginkan anaknya menjadi seorang polisi. Denny juga dikenal sebagai orang yang mudah bergaul.

"Dia sangat friendly, bersahabat satu sama lain, mudah bergaul, rendah hati, kebanggaan banget karena di kita yang penerus Polri dia," tutur Dewi melanjutkan.

Jago Olahraga Voli

Kepergian Briptu Syukron Fadhli menyisakan duka yang mendalam bagi warga RT 4 RW 6 Komp TNI AD III Cakung, Jakarta Timur.  Alasannya pemuda 21 tahun itu merupakan sosok yang dekat dengan warga. Briptu Syukron kerap aktif dalam kegiatan-kegiatan warga RT 4 RW 6 Komp TNI AD III, khususnya olahraga.

Ketua RT 4 RW 6, Komp TNI AD III Cakung, Jakarta Timur, Priyitno (81) mengungkapan, Briptu Syukron punya bakat yang besar dalam olahraga voli. "Anaknya aktif, badannya tinggi, kalau voli, jago sekali dia," ujarnya.

Karena bakatnya itu, Briptu Syukron selalu menjadi andalan warga dalam berbagai kejuaran bola voli putra hingga tingkat kecamatan di Jakarta. Bakatnya itu turut membantu tim yang ia bela memenangi kejuaran bola voli.

Berkat bakatnya itu, sosok Briptu Syukron dikenal warga dan dekat dengan warga sekitar. Hal inilah yang membuat sosoknya melekat di hati dan pikiran warga tempat tinggalnya.

Sayang Orangtua

Jenazah korban Briptu Wahyu Catur Pamungkas disemayamkan di Dusun Kebayemen RT 2 RW 2 Desa Kamulyan, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, Jawa Tengah. Sang Ibunda, Surati (53) mengaku sangat terpukul dengan kepergian putra bungsunya tersebut.

Surati mengaku bahwa putranya itu sayang kepada orangtua dan sosok anak yang cerdas.  "Terakhir Whatsapp saya tanggal 5 April, ngucapin selamat ulang tahun. Dia cerita kalau seneng ditempatkan di Mabes Polri," katanya. (Sumber: Dbs).

 

Post a Comments
blog comments powered by Disqus