11 Meninggal dan Puluhan Luka-luka dari Ledakan 3 Gereja di Jawa Timur

Comments 26 Views Views


11 Meninggal dan Puluhan Luka-luka dari Ledakan 3 Gereja di Jawa Timur

SIPerubahan - Polda Jawa Timur membenarkan ada insiden ledakan yang menyasar di gereja wilayah Jawa Timur. Pihak Polda menerangkan insiden terjadi di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/05/2018) pagi.

Polisi menyatakan korban tewas bom gereja di Surabaya terus bertambah. Hingga berita ini diturunkan, ada 11 orang meninggal dunia dan 41 luka-luka.

"Untuk saat ini ada 11 orang meninggal dunia. Untuk luka-luka ada 41 orang dirawat di rumah sakit termasuk dua anggota Polri," terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, di Surabaya, Minggu (13/05/2018).

Tiga Gereja tersebut yaitu, Gereja Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan gereja di Jalan Arjuno. Menurut Kombes Frans, ada rentang waktu saat ledakan terjadi di tiga lokasi tersebut. Aparat keamanan masih melakukan identifikasi dan olah tempat perkara (olah TKP).

“Bom tidak meledak bersamaan, ada jeda waktu di antara ketiganya,” ujar Frans, menyebut urutan waktu di antara ketiganya yakni, pada pukul 07.30 WIB, 07.35 WIB, dan 07.40 WIB.

Sejauh ini, polisi belum memberikan keterangan lebih detail, walaupun Frans menyebut serangan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela merupakan serangan bom bunuh diri.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengimbau seluruh warga Jatim untuk tidak takut dan melawan terorisme pasca ledakan bom gereja di Surabaya. "Pagi ini di Polda Jatim, kita melakukan doa bersama untuk Jawa Timur damai. Tetapi pagi ini juga kita berduka. Kasus limpahan dari Mako Brimob sangat ekstrem," ujar Soekarwo, di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan Jalan Arjuna Surabaya.

Dia pun mengatakan, polisi telah memperketat keamanan di semua tempat usai ledakan bom gereja. Karena itu, dia menegaskan masyarakat tidak takut. "Satu yang harus kita lakukan, kita tidak takut dan harus melawan aksi terorisme. Kita perkuat keamanan di semua tempat," tegas Soekarwo.

Menurut dia, TNI dan Polri adalah inti dari pengamanan pascaledakan bom gereja tadi pagi. Namun, masyarakat sendiri juga harus ikut mengamankan lingkungannya.

Tri Rismaharini dan Kapolri Menuju Surabaya

Terpisah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membatalkan kegiatan tahunan ‘Festival Rujak Uleg 2018’ yang semestinya digelar di Kya Kya, Jalan Kembang Jepun, Minggu (13/05/2018) ini menyusul terjadinya ledakan bom di tiga gereja di Surabaya. "Ini instruksi dari Wali Kota agar acara itu dibatalkan," demikian kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser.

Menurut Fikser, instruksi tersebut diberikan saat Tri Rismaharini dalam perjalanan pulang usai menghadiri acara kedinasan di Arab Saudi. "Saat ini Bu Risma sudah di Bandara Sokarno-Hatta Jakarta dan langsung terbang ke Surabaya," katanya.

Fikser mengatakan, pembatalan acara tersebut dilakukan karena prihatin atas kejadian pengeboman yang terjadi di tiga gereja yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, GKI di jalan Diponegoro, dan GPPS Sawahan di Jalan Arjuna.

Sedangkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian disebut akan bertolak ke Surabaya, Jatim, terkait kasus ledakan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya. "Kapolri akan segera ke sana, menuju ke Surabaya, untuk beri motivasi, untuk antisipasi, dan pengungkapan kasus ini," kata Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung menerangkan, Kapolri rencananya akan memberikan keterangan pers terkait kasus ini di Mapolda Jawa Timur. (Dbs).

Post a Comments
blog comments powered by Disqus