Terkait Ledakan Tiga Gereja di Jatim, PBNU: Kutuk Segala Bentuk Kekerasan

Comments 88 Views Views


Terkait Ledakan Tiga Gereja di Jatim, PBNU: Kutuk Segala Bentuk Kekerasan

SIPerubahan - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Prof KH Said Aqil Siroj menuturkan, menyaksikan dan mencermati dengan seksama rangkaian peristiwa kerusuhan di Rutan cabang Salemba di Mako Brimob Depok dan bom di tiga Gereja di Surabaya Jawa Timur. Maka PBNU menegaskan pertama, mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme apapun motif dan latar belakangnya.

Ia menegaskan, segala macam tindakan kekerasan apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian dan kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan.

Kedua, ia menyampaikan rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Segala yang terjadi merupakan suratan takdir maka harus menerimanya dengan penuh sikap kedewasaan, lapang dada, ketabahan dan kesabaran.

Ketiga, mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat sampai tuntas terkait motif serta polanya. Juga gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah semakin sedemikian merajalela. Maka diperlukan penanganan khusus yang lebih intensif dari berbagai pihak terutama dari negara melalui keamanan.

Keempat, mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.

Kiai Said menyampaikan, PBNU mengimbau jika mendapati peristiwa sekecil apapun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke pihak kepolisian. Segala hal yang mengandung kekerasan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran agama apapun.

Islam mengajarkan nilai-nilai kesantunan dalam berdakwah. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat An-Nahl ayat 125, serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan Al Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Kelima, mengimbau warga NU (Nahdlatul Ulama) untuk senantiasa meningkatkan dzikrullah dan berdoa kepada Allah SWT untuk keselamatan, keamanan, kemaslahatan dan ketenteraman hidup dalam berbangsa dan bernegara.

Berikutnya, ia juga menyampaikan, NU juga meminta kepada semua pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini. Percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan. Dukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban dan berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait peristiwa ini.

Keenam, lanjut Kiai Said, NU mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan isu terorisme dan radikalisme. Langkah ini harus ditempuh sebagai bagian penting dari upaya implementasi dan kewajiban negara untuk menjamin keamanan hidup warganya.

Alquran Tidak Ajarkan Perbuatan Keji

Sementara itu, Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menegaskan, Alquran tidak mengajarkan perbuatan keji. Hal tersebut ia sampaikan menanggapi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/05/2018) pagi.

Selain itu, Kiai Cholil juga berharap aparat mampu mencegah terjadinya aksi teror ke depannya. "Saya berharap agar kita dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aksi-aksi teror dan destruktif," katanya.

Kiai Choliljuga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto atau video kejadian bom bunuh diri. Apalagi, penyebaran tersebut dilakukan tanpa maksud yang jelas.

Diberitakan sebelumnya, 11 orang dikabarkan meninggal dunia dan 41 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan teror di tiga gereja di Jawa Timur.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus