Isu Teror dan Konflik Internasional


Isu Teror dan Konflik Internasional

Isu teroris merupakan langkah negara adidaya yang punya kepentingan di negara berkembang untuk memuluskan langkah menguasai sebuah negara yang lemah.

Pertama, kita mengucapkan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam atas empat peristiwa pilu di Tanah Air, seperti kerusuhan di Rutan Mako Brimob, serangan teror di dalam Gereja di Surabaya,  teror di Rusunawa Sidoarjo, dan terakhir aksi terorisme di Mapolratabes Surabaya.

Boleh dikatakan, isu teroris sebenarnya merupakan isu lama yang sudah tidak laku dijual, ibarat makanan basi di warung warung makan. Isu teror adalah isu yang diciptakan untuk kepentingan tertentu, sejatinya isu teror terutama dalam konteks murni teroris Islam itu tidak pernah ada sama sekali.

Isu teroris hanya komoditas internasional dalam perang urat saraf antara muslim dan dunia barat untuk mengaburkan fokus dan kepentingan preming dan framing. Isu teroris apalagi dikaitkan dengan ISIS adalah isu buatan, sejatinya ISIS sendiri itu sudah punah di tempat kelahirannya sendiri.

Isu teroris di dunia Barat dan Eropa justru sudah tidak digubris karena mereka tahu pelakunya bukan Muslim, makanya isu ini diekspor ke negara negara ketiga seperti Indonesia, karena di sini isu murahan begini laku dijual. Isu teroris hanya bisa tumbuh di negara miskin, terbelakang, punya pemimpin lemah dan mudah didikte demi kepentingan si pencipta isu teror itu sendiri.

Isu teroris hanya akan bisa berkembang dengan subur di negara dengan pendapatan (income) per kapita nya dibawah 5.000 dolar AS seperti Indonesia, terutama saat negara itu dipimpin oleh pemimpin yang awam tentang urusan dunia Islam internasional.

Isu teroris hanya mampu diciptakan oleh pemerintah. Bahkan, isu ISIS bahkan tidak mampu diciptakan oleh ISIS itu sendiri, karena isu ini bukan domain kelompok yang lemah, hanya negara yang mempu menciptakan isu ini.

Isu teroris adalah langkah lanjutan negara adidaya yang punya kepentingan politik tingkat tinggi di negara berkembang, untuk memuluskan langkah menguasai sebuah negara yang kedaulatannya lemah seperti Indonesia.

Isu teroris itu memang seperti perang-perangan, tapi yang mati beneran, namanya juga konspirasi, jangan tanya siapa konspiratornya.

Heran dan sedikit aneh, saat yang menciptakan isu ISIS sendiri tidak menuduh pelakunya Muslim, namun kita di negeri kita sendiri mau angkat bicara bahwa pelakunya adalah Muslim, ini agenda yang diorder yang sangat menyesatkan.

Rezim lemah dan mudah disetir itu sangat mudah untuk dimintai bantuan oleh asing dalam rangka mempromosikan isu teroris untuk kepentingan mereka dengan memakai tangan rezim-rezim dungu dan laper di berbagai negara Islam di dunia.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus