Susi Pudjiastuti Tegaskan Siap Maju Capres atau Cawapres

Comments 206 Views Views


Susi Pudjiastuti Tegaskan Siap Maju Capres atau Cawapres

SIPerubahan - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menegaskan, dirinya siap untuk maju sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) di pemilihan presiden (pilpres) 2019 bila ditugaskan oleh negara.

"Kalau itu panggilan negara, memang harus semua warga negara harus siap. Tapi saya ini cuma pembantu presiden, sudah, titik," ungkap Susi saat ditemui di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Namun demikian, Susi melanjutkan dengan menjadi seorang menteri sebenarnya telah cukup bagi dirinya yang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Sudah jadi lulusan SMP, hanya sekolah sampai kelas dua SMA, sudah jadi menteri. Sudah, mau apa lagi?,” ujarnya.

Kemudian Susi pun ikut mengomentari kriteria cawapres yang ideal untuk petahana Joko Widodo. Yang mana ia berpendapat, semuanya tergantung pada presiden sendiri. “Indonesia membutuhkan sosok yang pintar, berwibawa, dan berkharisma,” tutur Susi.

Sekadar informasi, nama Susi sudah muncul di berbagai lembaga survei sebagai tokoh populer serta disukai rakyat. Tak heran, bila Susi juga disebut-sebut berpeluang menjadi capres maupun cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

Tapi, bila merujuk kepada Undang-Undang Pemilu, Susi sendiri tak dapat menjadi calon wakil presiden. Hal itu disebabkan, dirinya diketahui tidak mempunyai ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sementara, Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang turut menanggapi hal ini juga ikut menyayangkan syarat pendidikan minimal dalam UU Pemilu tersebut.

“Ya sayang sekali, itu salah satu memang negara ini lucu, tapi itulah yang harus jadi pelajaran sebetulnya kenapa kita terlalu genit bikin aturan Undang-Undang, untuk jadi pemimpin negeri ini harus tamatan SMA,” kata Surya Paloh di Kantor DPW Partai NasDem Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (07/04/2018).

Menteri Susi Sosok yang Cakap

Publik Tanah Air memang sudah mengetahui bahwa Menteri Susi Pudjiastuti tergolong sosok cakap dan cerdas. Hal itu diketahui, pengetahuan dan wawasannya sudah tidak diragukan lagi. Dengan demikia merupakan hal wajar jika nama Susi dipertimbangkan oleh sejumlah parpol untuk menjadi calon presiden maupun wakil presiden di Pemilu 2019.

Meski begitu, wanita ramah asal Pangandaran itu juga terbentur syarat minimal pendidikan SMA sebagaimana tertuang dalam UU Pemilu. Sedangkan, Susi hanya lulusan setingkat SMP.

Ahmad Riza Patria selaku Wakil Ketua Komisi II DPR yang turut merumuskan UU Pemilu ikut menyarankan agar Menteri Susi mengikuti paket ujian C jika ingin maju dalam Pemilu 2019. Alasannya, ketentuan di UU Pemilu tak bisa diubah.

“Bu Susi harusnya ikut sekolah paket C, ada sekolahnya,” ujar Riza Patria pada Jumat (06/04/2018).

Sekadar informasi, paket C merupakan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan, yakni ujian bagi mereka yang tidak mengikuti pendidikan formal, tapi ingin mendapatkan ijazah. Paket C setara SMA, paket B setara SMP, dan paket A setara SD. Susi pernah disebut akan mengikuti Paket C tahun lalu, namun terpaksa batal.

Riza menyakini, masih ada waktu untuk Susi memenuhi syarat minimal SMA dengan ujian paket C. Sementara itu, masa pendaftaran capres dan cawapres akan berlangsung pada 4-10 Agustus 2018 alias kurang dari empat bulan lagi.

“Paket C itu kan cepat setahu saya. Peluang ke depan kan (Susi) bisa menjadi gubernur DKI, bisa jadi wapres,” ujar Riza.

Tanpa paket C, Susi tidak memenuhi syarat pencalonan. Ketentuan dalam UU Pemilu itu, lanjut Riza, tidak bisa diubah dalam Peraturan KPU yang saat ini masih dirumuskan KPU bersama Komisi II DPR.

“PKPU harus sama dengan UU Pemilu, enggak bisa beda. Kalau di UU Pemilu SMA, PKPU juga SMA,” tuturnya.

Susi Tempuh Paket C

Menurut informasi yang dihimpun, Susi sendiri sudah mengikuti program Paket C, namun karena kesibukannya selama menjadi menteri belum sempat menyelesaikan program ini.

Sementara itu, Komisioner KPU Hasyim Asy’ari mengatakan, salah satu langkah untuk menjadi capres atau cawapres bagi tokoh seperti Menteri Susi yaitu dengan menempuh Paket C.

“Iya (Paket C) setara sama SMA. Di UU kan pendidikan paling rendah itu SLTA, Madrasah Aliyah, SMK, atau yang sederajat,” sambungnya.

Ketentuan syarat pendidikan tersebut diatur dalam Pasal 169 huruf (r) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah Aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat,” pungkasnya.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus