Nama Anies Baswedan Terus Menguat, Calon Kuat Cawapres?

Comments 37 Views Views


Nama Anies Baswedan Terus Menguat, Calon Kuat Cawapres?

SIPerubahan - Anies Baswedan disebut layak maju ke Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hingga berita ini diturunkan, partai berlambang kepala garuda itu masih terus melakukan persiapan untuk mendapatkan sosok yang tepat untuk disandingkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Sejumlah nama lalu bermunculan. Salah satunya yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tak mengherankan, selain akrab dengan Gerindra, Anies juga seringkali muncul dalam berbagai survei dengan elektabilitas yang cukup tinggi dan dianggap berpotensial.

Pria kelahiran Kuningan 7 Mei 1969 ini merupakan politikus dengan gaya khas muslim moderat yang sangat chic sekaligus tipikal negarawan yang irit bicara kalau tidak perlu.  Bila disamakan di dunia internasional, Anies hampir mirip dengan style dan gaya Presiden Perancis Emmanuel Macron yang juga sangat cerdas.

Nama Anies memang dikenal baik oleh dunia, tapi bukan dikenal karena beliau aneh, namun cerdas dan berwibawa. Sudah masuk dalam daftar 100 tokoh muda dunia yang berpengaruh bahkan saat Anies menjadi Menteri dan belum jadi calon Gubernur DKI, demikian versi Bloomberg.

Kemudian mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu disebut-sebut masuk dalam radar Gerindra untuk diusung sebagai cawapres. Hal itu diakui sendiri oleh Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

Riza mengungkapkan, pertimbangan memilih Anies yakni menilisik terhadap kapasitas, kapabilitas dan elektabilitas yang oleh publik dinilainya mendapat respon positif.

Riza memastikan, Gerindra tak akan sendiri dalam menentukan cawapres pandamping Prabowo tersebut.  Alasannya, pihaknya akan lebih dulu berkomunikasi dengan partai koalisi untuk membahas nama yang paling tepat sebagai cawapres.

Menanggapi isu cawapres tersebut, Anies Baswedan sendiri enggan berkomentar banyak. "Jangan berandai-andai lah," ujarnya saat ditemui di kantor Balai Kota Jakarta Pusat, belum lama ini.

Namun menariknya, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus menguat dalam bursa cawapres pendamping Prabowo di Pilpres 2019 nanti. Bahkan nama Anies disebut-sebut sudah masuk dalam daftar cawapres Prabowo.

“Anies Baswedan bisa, Anies Matta bisa. Anis aja sudah ada dua," ujar anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra Muhammad Syafii.

Boleh dikatakan, Partai Gerindra memang sedang mempertimbangkan nama Anies Baswedan sebagai cawapres pendamping Prabowo. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade. Sebagai tindak lanjut, partai berlogo garuda itu akan membawa nama Anies untuk dibahas ke partai koalisi mereka, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Masuknya pemilik nama lengkap H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D ini ke dalam bursa cawapres pendamping Prabowo sendiri ternyata merupakan permintaan arus bawah Partai Gerindra. Menurut Andre, Anies dinilai sebagai sosok yang tepat untuk melengkapi kepemimpinan Prabowo.

Gerindra pun sangat yakin bahwa PKS tidak akan menolak jika Anies masuk ke dalam bursa cawapres Prabowo.  "Rasanya Mas Anies ini kan sudah didukung oleh Gerindra, PKS, PAN di Pilkada DKI Jakarta,” sambung Andre.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Sufmi menilai, nama Anies sudah beredar di kalangan internal Gerindra.

Resiko Jika Anies Jadi Cawapres

Terpisah, pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Adi Prayitno menuturkan, bahwa ada sejumlah resiko jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan maju sebagai cawapres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang.

Posisi Anies mendampingi Prabowo berisiko, melihat lawannya adalah Joko Widodo, yang elektabilitasnya sudah menjulang tinggi. Meski kelak Prabowo kalah, maka Anies akan benar-benar tidak dapat apapun.

“Menjadi calon wakil presiden Prabowo berisiko. Yang ada sudah jatuh tertiban tangga pula, karena kalah,” tutur Adi.

Apalagi tidak mudah bagi Anies begitu saja meninggalkan jabatannya yang saat ini, mengingat jabatan itu diraih dengan susah payah. Anies akan mengalami dilema jika diminta menjadi pendamping Prabowo.

Bahkan, Anies akan sulit meninggalkan posisinya sekarang. Karena itu, Adi memberikan saran akan lebih bijaknya apabila Anies berkonsentrasi menjadi Gubernur DKI. Sebab, Anies dinilai lebih baik dari gubernur sebelumnya. Tak mustahil dia akan menjadi kandidat terkuat untuk menjadi presiden setelah ini.

Post a Comments
blog comments powered by Disqus